“Uang haram mungkin mampu membeli kemewahan, tetapi tidak akan pernah membeli ketenangan hati. Jabatan dapat meninggikan seseorang di hadapan manusia, tetapi tidak akan meninggikan derajatnya di sisi Allah apabila diperoleh atau dijalankan dengan mengkhianati amanah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Rofik mengingatkan agar aparat penegak hukum tetap teguh memegang prinsip keadilan, bekerja secara profesional, independen, dan tidak tebang pilih dalam mengusut perkara tersebut.
“Jangan bermain-main dengan kebenaran dan keadilan. Amanah hukum adalah titipan Allah. Siapa pun yang menyembunyikan kebenaran, memutarbalikkan fakta, atau melindungi pelaku demi kepentingan tertentu, kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Yang Maha Adil,”terangnya
Di akhir perbincangan, Gus Rofik berharap, terkait kasus suap perangkat desa di Kabupaten Kediri ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemimpin, pejabat, dan masyarakat agar tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan memperkaya diri.Dan apalagi dalam waktu dekat ada informasi tiga Kades akan lanjut berproses Hukum di Tipikor Polda Jawa Timur
“Jabatan hanyalah titipan, harta hanyalah ujian. Yang akan dibawa menghadap Allah bukanlah kekayaan, kekuasaan, ataupun kehormatan dunia, melainkan kejujuran, amanah, dan keadilan. Kita lihat banyak sejarah membuktikan, bukan kemiskinan yang menghancurkan sebuah bangsa, tetapi kerakusan orang-orang yang diberi amanah,” pungkasnya.
Reporter: Iwan Sutrisno
Editor. : Aji M














