AKB juga menilai penanganan perkara ini masih menyisakan banyak tanda tanya. Bahkan, mereka berencana membawa gelombang protes ke Polda Jawa Timur sebagai bentuk tekanan moral terhadap aparat penegak hukum.
Di tengah orasi, Bagus Rhomadhon turut menyoroti langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disebut mengajukan banding atas putusan perkara Tipikor tersebut.
Ia mempertanyakan arah dan tujuan banding yang diajukan, sementara publik justru menunggu keberanian penegak hukum menyeret pihak lain yang namanya muncul dalam persidangan.
“Tuntutannya dari pengadilan Tipikor sudah jelas terkait hukumnya, terus jaksa mau banding, pertanyaannya minta berapa tahun? Ini yang menjadi perhatian masyarakat,” tegas Bagus.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa membawa pengeras suara dan bergantian menyampaikan tuntutan di depan Kantor Pemkab Kediri.
Kasus dugaan suap perangkat desa ini sendiri terus menjadi sorotan publik karena dinilai menyeret persoalan serius tentang integritas birokrasi desa dan dugaan praktik jual beli jabatan yang terstruktur.
Kini publik menunggu, apakah janji politik dan komitmen pemberantasan korupsi benar-benar diwujudkan, atau hanya berhenti sebagai pernyataan di depan kamera,”Pungkasnya.
Reporter : Aji.M














