10 Pelajar di Badas Kediri Mual dan Pusing Usai Santap MBG, Enam Dirawat Intensif
Kediri | pledoi.co
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mendapat sorotan setelah 10 pelajar dilaporkan mengalami mual, sakit perut, dan pusing usai menyantap paket makanan yang dibagikan pada Kamis (3/9/2026).
Meski belum ada kepastian bahwa makanan MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut, kemunculan gejala pada sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan yang sama memicu dugaan adanya masalah pada sajian yang didistribusikan.
Para pelajar yang mengalami keluhan berasal dari sejumlah sekolah di kawasan Desa Canggu dan Desa Blaru. Paket MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Digdaya.
Tak lama setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual hingga pusing. Kondisi tersebut kemudian mendapat penanganan medis di Puskesmas Badas.
Dari 10 siswa yang mengalami gejala, empat diperbolehkan menjalani rawat jalan. Sementara enam siswa lainnya harus menjalani observasi dan perawatan intensif di Puskesmas Badas hingga kondisi mereka dinyatakan stabil.
Insiden tersebut langsung mendapat perhatian Satgas MBG Kabupaten Kediri. Tim tersebut turun untuk mendalami penyebab munculnya gejala kesehatan yang dialami para siswa, sekaligus mengevaluasi SPPG yang memasok makanan ke wilayah Badas.
Pemilik Yayasan Digdaya, pengelola SPPG di Desa Blaru, Kecamatan Badas, Ketut Gutama mengatakan pihaknya kooperatif dalam proses evaluasi yang dilakukan Satgas MBG.
“Saat Satgas MBG turun, terus kita dampingi. Kita siap menerima saran dan masukan dari Satgas MBG,” kata Ketut kepada pledoi.co, Rabu (9/9/2026).













