Perburuan Liar di Kediri Kian Brutal, LSM KIPPN Desak Polisi dan Pemkab Jangan Tutup Mata

by -1376 Views
Oplus_131072
banner 468x60

“Kalau garangan dan biawak dibantai terus, jangan heran nanti ular berbisa masuk permukiman warga karena rantai ekosistem rusak. Populasi tikus juga bisa meledak dan menghancurkan sawah petani,” katanya

Tak hanya itu, penembakan atau jebakan jaring terhadap burung prenjak, kutilang, dan trucukan juga dinilai sangat merugikan petani,seban nurung-burung tersebut berperan penting sebagai pemangsa alami ulat dan hama tanaman.

banner 336x280

“Ketika burung habis diburu demi hobi atau konsumsi sesaat, maka petani yang nanti menanggung akibatnya. Hama ulat akan semakin tidak terkendali,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan dr. Ari Purnomo Adi. Menurutnya, perburuhan terhadap satwa liar bukti rendahnya kesadaran masyarakat serta lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama maraknya perburuan liar di Kediri.

“Kami meminta aparat tidak hanya melakukan imbauan, tetapi juga patroli, razia senapan angin ilegal, dan penindakan tegas terhadap pelaku perburuan liar. Jangan sampai ekosistem rusak total baru semua sibuk,” tegasnya

Pria yang berprofesi sebagai dokter umum, dan juga sebagai aktifis pencinta alam ini mengajak masyarakat untuk berani melapor apabila menemukan aktivitas perburuan liar di lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga satwa liar bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keselamatan manusia dan masa depan pertanian.

“Kalau alam rusak, manusia sendiri yang akan menerima akibatnya. Jangan wariskan bencana ekologis kepada anak cucu kita hanya karena pembiaran terhadap perburuan liar,” pungkasnya.

Reporter: Aghna Sultan Alam

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.