Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri terus berupaya mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga transformasi digital. Namun, keberhasilan pembangunan tersebut harus diimbangi dengan penguatan nilai, etika, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, organisasi keagamaan seperti LDII dinilai sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Menurut Wali Kota Kediri, Musda VII ini menjadi momentum strategis bagi LDII Kota Kediri untuk melakukan konsolidasi organisasi, evaluasi, serta perencanaan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia berharap Musda ini mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah dan program kerja yang inklusif serta berorientasi pada kemajuan daerah. “Saya berharap melalui Musda ke-VII ini, LDII Kota Kediri dapat melahirkan program-program yang adaptif dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Kota Kediri MAPAN serta Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Usai membuka Musda, Wali Kota Kediri bersama jajaran DPD LDII Kota Kediri menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada warga Kota Kediri. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyiraman tanaman sebagai pengganti karangan bunga ucapan atas terselenggaranya Musda VII.
Selain itu, Wali Kota turut meninjau 15 stan UMKM Pondok Pesantren Wali Barokah serta membeli produk dagangan para pelaku UMKM.
Acara pembukaan Musda VII DPD LDII Kota Kediri turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Wakapolres Kediri Kota Kompol Yanuar Rizal Ardianto, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi, Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto, Ketua Yayasan Wali Barokah Achmad Fawwaz Abd. Aziz, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah KH Sunarto, para alim ulama, pengurus dan anggota LDII se-Kota Kediri, Kepala OPD, Ketua FKUB Kota Kediri Moch. Salim, serta tamu undangan lainnya.
Reporter: A. Sultan Alam
Editor: Aji M













