Kalau belakangan ini muncul anggapan adanya kendala yang dihadapi hanya terkait aturan rangkap jabatan, karena Cak Imin dinilai masih menjabat sebagai Ketua Umum PKB, menurut Gus Maftuh itu tergantung dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
“Karena PBNU akan menggelar Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada 20-22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Disitulah tatib dan seluruh agenda Muktamar ke-35 PBNU digodog, ” tegasnya.
Lebih lanjut Gus Maftuch mengatakan, saat ini sudah saatnya Cak Imin “Madep Mandito Ratu” filosofi Jawa tentang seorang pemimpin yang telah selesai menunaikan tugas memimpin PKB dan beralih fokus untuk.memimpin PBNU.
“Sekarang ini sudah waktunya Cak Imin Madep mantep untuk memimpin PBNU. Sekarang ini waktunya Cak Iminenjadi pelayan umat. Jadi madep Mandito ratu ini, Cak Imin bukan turun tahta, akan tetapi malah naik derajat karena berjuang melayani umat, ” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam bursa kandidat ketua PBNU sejumlah nama mulai mencuat. Selain Muhaimin Iskandar (Cak Imin), nama Nasaruddin Umar, Abdussalam Shohib (Gus Salam), Zulfa Musthofa, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang Muhammad Yusuf Chudlori, serta Gus Yahya.
Reporter: Aji Muhajir













