Walikota Kediri Paparkan LKPJ 2025, Mayoritas Indikator Kinerja Capai Kategori Sangat Tinggi

by -38 Views
Oplus_131072
banner 468x60

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri meningkat menjadi 82,71 atau mencapai 99,93 persen dari target yang ditetapkan. Peningkatan ini terjadi pada seluruh dimensi pembangunan manusia, terutama pada aspek kesehatan dan standar hidup layak.

Di bidang tata kelola pemerintahan, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Kediri pada 2025 tercatat sebesar 74,14 dengan capaian 101,58 persen. Sementara Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) mencapai nilai 70,98 atau 114,48 persen dari target.

banner 336x280

Pada sektor lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat sebesar 63,26 dengan capaian 90,64 persen. Nilai tersebut merupakan hasil pengukuran dari tiga komponen utama, yakni indeks kualitas air, kualitas udara, dan tutupan lahan.

Di sektor kebencanaan, Indeks Risiko Bencana Kota Kediri tercatat sebesar 75,10 atau 94,97 persen dari target. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Kediri memiliki lima potensi bencana dari total 11 jenis bencana yang ada, yakni gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan cuaca ekstrem.

Selain memaparkan indikator pembangunan, Mbak Wali juga menjelaskan kinerja keuangan daerah tahun 2025. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,52 triliun dan terealisasi Rp1,56 triliun atau mencapai 102,55 persen.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp446,87 miliar dan terealisasi Rp466,34 miliar atau 104,36 persen. Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat ditargetkan Rp1,07 triliun dan terealisasi Rp1,09 triliun atau 101,80 persen.

Di sisi belanja daerah, dari total anggaran Rp1,86 triliun, realisasinya mencapai Rp1,50 triliun atau sekitar 80,56 persen. Belanja tersebut terdiri dari belanja operasi Rp1,30 triliun, belanja modal Rp192,81 miliar, serta belanja tidak terduga Rp6,16 miliar.

Adapun pembiayaan daerah netto pada 2025 ditargetkan Rp338,18 miliar dan terealisasi 100 persen. Dari keseluruhan realisasi tersebut, tercatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun berjalan atau unaudited sebesar Rp401,08 miliar.

Mbak Wali berharap laporan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Insya Allah kolaborasi ini akan terus menjadi fondasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Kediri Qowimuddin, para wakil ketua DPRD, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri M Ferry Djatmiko, Sekretaris DPRD Rahmad Hari Basuki, para kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Adv)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.