Dinas Perikanan Kediri Apresiasi Warga yang Aktif Lawan Praktik Setrum dan Potas Ikan
Kediri | pledoi.co
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai. Salah satunya yang ditunjukkan Timotius Swardiyanto melalui penolakan terhadap praktik penangkapan ikan menggunakan setrum maupun racun potasium.
Menurut Nur Hafid, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pemerintah melindungi sumber daya perikanan dari aktivitas yang merusak lingkungan.
“Terima kasih Pak Timotius yang telah peduli terhadap kelestarian sungai. Kepedulian masyarakat seperti ini sangat membantu upaya pemerintah dalam menjaga sumber daya perikanan agar tidak ada lagi praktik setrum ikan maupun penggunaan potasium di sungai,” kata Nur Hafid, Senin (15/6/2026).
Ia menegaskan, penyetruman dan peracunan ikan dilarang di seluruh wilayah sungai Kabupaten Kediri karena berdampak serius terhadap keseimbangan ekosistem perairan dan keberlangsungan populasi ikan.
Nur Hafid mengungkapkan, pihaknya beberapa bulan lalu telah menindak pelaku penyetruman ikan setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, pelanggaran tersebut terbukti terjadi dan langsung ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
“Kami beberapa bulan lalu juga mengamankan pelaku penyetruman ikan di sungai. Awalnya ada pengaduan masyarakat, kemudian kami turun langsung ke lokasi dan ternyata benar terjadi pelanggaran. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Satpol PP dan instansi terkait untuk dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.













