Pria yang dikenal sebagai spesialis bengkel Suzuki mobil Baleno klasik asal Desa Rejoslamet, Jombang, itu mengaku jika anggota komunitas berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Namun, mereka dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap sedan klasik Baleno produksi tahun 1997 hingga 2002.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam komunitas memberikan banyak manfaat, tidak hanya dalam hal hobi otomotif tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari
“Orang Jawa punya pepatah, ora kenal maka ora sayang.Semakin sering bertemu, persahabatan akan semakin erat. Kalau saudara kita banyak, teman kita banyak, insyaallah rezeki juga semakin luas,” tutur Mbah Joyo.
Untuk di ketahui,acara berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Para anggota saling bertukar informasi, berbagi pengalaman mengenai perawatan kendaraan, serta memperkuat jaringan pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Kegiatan anjangsana ini diharapkan terus berlanjut sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga eksistensi mobil sedan klasik Baleno di tengah perkembangan dunia otomotif modern.” pungkasnya.
Editor: Aji M













