Reog Ponorogo Tampil Memukau di Karnaval Budaya Pesona Wonorejo Tisula Vol 2

by -958 Views
Oplus_131072
banner 468x60

“Harapan saya jaga kerukunan, jaga keberagaman, jaga soliditas, jaga solidaritas, guyup rukun, itu saja. Kalau terjadi guyup rukun, kami insya Allah kehidupan didesa menjadi tentram,” tegasnya.

Bahkan, kerukunan antar warga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kepala desa.

banner 336x280

“Suatu kebanggaan tersendiri menjadi seorang kepala desa ketika warga masyarakatnya guyup rukun, gotong royong, kebersamaan, desa akan menjadi makmur,” pungkasnya.

Desa Wonorejo Trisula yang jumlah penduduknya sekitar 5.100 itu antusias menghias halaman rumah dengan berbagai ornamen dan hiasan hiasan. Yang membuat berdecak kagum masyarakat membuat hiasan-hiasan ornamen yang simbol-simbol Jawa.

Sementara itu Reog Ponorogo yang ditampilkan di Desa Wonorejo Trisula ini adalah Panji Singo Manggolo dari Desa Gelanglor Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo yang dipimpin oleh Budianto, SH yakni kepala desanya sendiri.

Kelompok seniman Reog Panji Singo Manggolo ini memiliki 35 orang personil yang terdiri
Jatilan 4 orang gadis,
Ganongan 4 orang personil.pemuda dan
Pembarong 4 orang dan selebihnya crew.

Pimpinan group Reog Panji Singo Manggolo, Budianto, SH mengatakan, Seni budaya Reog Ponorogo ini sudah mendunia, karena sering tampil diluar negeri.

” Anak anak penari Jatilan itu baru saja pulang dari Belanda, mereka tampil disana mas, ini yang menjadi kebanggaan kita, ” kata Budianto kepada pledoi.co, Sabtu (15/8/2026).

Nuansa pertunjukan semakin hidup berkat iringan gamelan khas Jawa yang dimainkan secara rancak. Alunan kendang, gong, kenong, kethuk, slompret, hingga suara penyenggak berpadu menghadirkan atmosfer khas Reog Ponorogo yang memukau.

Reporter: Aji M

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.