Secara keseluruhan, frekuensi perjalanan kereta api yang melintas dan beroperasi di wilayah Daop 7 Madiun selama periode Nataru mencapai 1.548 perjalanan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.152 perjalanan KAJJ atau rata-rata 64 perjalanan per hari, serta 396 perjalanan KA lokal atau rata-rata 22 perjalanan per hari.
“Peningkatan frekuensi perjalanan ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat sekaligus memastikan kelancaran dan keteraturan perjalanan selama masa libur panjang,” jelas Tohari.
Tingginya mobilitas penumpang selama periode Nataru terpusat di lima stasiun utama, yakni Stasiun Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung.
Secara keseluruhan, kelima stasiun tersebut melayani 258.109 penumpang.
Rinciannya, Stasiun Madiun melayani 58.449 penumpang berangkat dan 63.490 penumpang datang. Stasiun Kediri mencatat 20.630 penumpang berangkat dan 22.054 penumpang datang. Stasiun Jombang melayani 16.357 penumpang berangkat dan 17.613 penumpang datang. Stasiun Blitar mencatat 14.735 penumpang berangkat dan 16.243 penumpang datang, sedangkan Stasiun Tulungagung melayani 13.576 penumpang berangkat dan 14.962 penumpang datang.
Menurut Tohari, data tersebut menunjukkan peran strategis wilayah Daop 7 Madiun sebagai simpul transportasi yang menghubungkan Jawa Timur dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa. “Relasi favorit pelanggan dari wilayah Daop 7 Madiun antara lain menuju dan dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Malang,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI guna memperoleh informasi terkini terkait jadwal dan ketersediaan tiket. “Melalui Access by KAI, pelanggan dapat melakukan pemesanan secara mudah, cepat, dan praktis tanpa harus mengantre di stasiun. KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” pungkasnya.
Editor: Aji M










