Ikuti Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Mbak Wali Paparkan Implementasi PUG di Kota Kediri

by -226 Views
Oplus_131072
banner 468x60

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pemkot Kediri menghadirkan program RASI PRIMA. Melalui program ini, sebanyak 52 industri kecil menengah (IKM) perempuan telah lolos kurasi dan masuk ke pasar modern. Pemkot Kediri juga memberdayakan 92 perempuan kepala keluarga agar semakin mandiri secara ekonomi. Selain itu, pada program bantuan modal usaha periode 2021–2024, sekitar 67,68 persen penerima manfaat merupakan perempuan, termasuk 505 perempuan kepala keluarga.

Sementara itu, upaya perlindungan perempuan dan anak dilakukan melalui layanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta penerapan Sekolah Ramah Anak dengan tim pencegahan dan penanganan kekerasan di seluruh satuan pendidikan. Forum Anak juga hadir di 3 kecamatan dan 46 kelurahan untuk memperluas ruang partisipasi anak. Kualitas keluarga turut diperkuat melalui konseling PUSPAGA KIRANA, pembinaan pengasuhan, bantuan pangan bagi balita stunting dan ibu hamil yang membutuhkan, serta bantuan rumah layak huni dan beasiswa pendidikan untuk membantu keluarga keluar dari kerentanan.

banner 336x280

Pada aspek pelayanan inklusif, Pemkot Kediri menyediakan Mobil Pelayanan Masyarakat (Mobmas) yang menjangkau seluruh 46 kelurahan. Fasilitas publik juga terus dilengkapi dengan ruang laktasi, tempat ibadah ramah anak, parkir khusus perempuan dan penyandang disabilitas, serta sarana pendukung berupa lift, ramp, dan kursi roda. Pelatihan bahasa isyarat turut diberikan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melayani warga dengan kebutuhan yang beragam. Serta mengembangkan posyandu jiwa yang telah hadir di empat kelurahan.

Di tingkat wilayah, komitmen terhadap pembangunan inklusif diwujudkan melalui keberadaan 46 Kampung Keluarga Berkualitas, 26 Kelurahan Tangguh Bencana, serta Ruang Bermain Ramah Anak terstandardisasi di Taman Tempurejo. Berbagai fasilitas dan layanan tersebut terus diperkuat agar berfungsi optimal, mudah diakses, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Dukungan bagi penyandang disabilitas juga diwujudkan melalui layanan BESTARI yang menyediakan terapi gratis dan antar-jemput bagi anak penyandang disabilitas. Jumlah penerima manfaat meningkat dari 12 anak pada 2025 menjadi 21 anak pada 2026. Selain itu, Bus MAPAN Ceria membantu mobilitas siswa penyandang disabilitas menuju sekolah dengan pendamping khusus.

Mbak Wali menyampaikan bahwa implementasi PUG membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemkot Kediri memperkuat kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK, organisasi kemasyarakatan, komunitas, Forum Anak, perguruan tinggi, dunia usaha, dan insan media untuk memperluas jangkauan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakatm

Turut hadir, Asisten Deputi PUG Bidang Politik, Keamanan, Hukum, HAM, Imigrasi , Pemasyarakatan dan Pemerintah Daerah Wilayah II Ilham Firman, Tim verifikator evaluasi Pengarusutamaan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, camat se-Kota Kediri, serta perwakilan perguruan tinggi, lembaga masyarakat, dan insan media.

Editor: Aghnia Sultan Alam

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.