Kediri | pledoi.co
Warga Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri – Tulungagung, menggugat atas tidak samanya nilai ganti rugi tanah mereka yang terdampak proyek jalan tol.
Karena keputusan harga yang dikeluarkan oleh apreisel tidak sama dan dan dinilai tidak imbang. Karena untuk zona 1 diberi harga Rp.4,5 jt/m, sedangkan untuk tanah yang berada di zona 2 hanya diberi ganti rugi sebesar Rp 2,3 jt/m.
Karena kesenjangan nilai ganti rugi itu menurut Slamet Daroini sangat tidak adil dan diskriminatif. ” Intinya saya setuju dengan adanya proyek jalan tol Kediri Tulungagung, selama tidak merugikan masyarakat. Uang gatinya tidak merugikan masyarakat, ” katanya pada Rabu (14/6/2023)
Namun kenyataanya lanjut Slamet Daroini, ternyata, selama ini uang ganti rugi dari apreisel ada kesenjangan, antara zona 1 dengan zona 2.
” La saya bersama teman teman yang berada di Bulawen Timur desa sambirejo timur yang berada di zona 2 nilai ganti ruginya rendah sekali yakni hanya Rp 2 jt dan 2,3 jt /meter, sedangkan zona 1 yang berada di sebelah barat nilainya sekitar Rp.4.500.000/m. Kami ini bertanya kenapa kok sampai ada perbedaan, padahal jaraknya hanya 100/200 meter dari zona 1, tapi harganya jomplang sekali, 2x lipat lebih, ” kata pria berkopyah itu kepada pledoi.co
Ketika di tanya terkait negosiasi ganti rugi ini mengalami jalan buntu, Daroini warga memilih agar proyek jalan tol itu tidak usah di adakan. “Kalau tempat tinggal kami dipaksa untuk pindah tapi harga ganti ruginya rendah, mendingan gak usah ada proyek jalan tol, tol itu gagalkan saja dari pada merugikan rakyat gitu loh. Daripada rumah saya dibeli kiranya saya tidak dapat beli lagi di daerah lain, mendingan tolnya gak usah ada, karena merugikan warga gitu, ” kata Daroini tegas.
Bahkan, Slamet Daroini yang disampingi beberapa warga terdampak yang berada di zona 2 mengaku tetap meminta harganya disamakan dengan harga tanah yang berada di zona 1, ” Sebenarnya kita minta tidak sama persis, akan tetapi jangan terlalu banyak selisih harganya antara zona 1 dengan kita yang da di zona 2. Mungkin kalau zona 1 harga Rp 4,5 jt/meter kita dibawahnya sekita sekitar Rp, 4 jt atau Rp 3,75 jt/ meter, ” tuturnya