Peserta aksi lainnya, Bagus Rhomadhon, menyampaikan apresiasi kepada salah satu terdakwa dalam kasus tersebut, yang dinilai berani mengungkap aliran dana suap sehingga membuka keterlibatan berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Aliansi Srikandi Kediri Raya, Siti Isminah, mendesak Polda Jawa Timur untuk menindaklanjuti pengakuan di persidangan, termasuk dugaan aliran dana yang digunakan untuk kepentingan politik.
“Kami meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera menelusuri lebih lanjut. Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar aksi lanjutan ke Polda Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa kereta kelinci (odong-odong) sebagai simbol sarana untuk “mengantar” para kades ke aparat penegak hukum. Selain itu, mereka membentangkan spanduk berisi daftar nama kades yang diduga terlibat serta poster berisi kritik dalam bentuk pantun.
Aksi juga diwarnai dengan kegiatan roasting terhadap Bupati Kediri. Salah satu peserta didandani menyerupai bupati dan menjadi objek candaan kritis yang disampaikan secara satir oleh orator.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan setempat.
Reporter: Aghna Sultan Alam













