Nurhadi Himbau Masyarakat Tak Takut Laporkan Menu MBG Tak Layak
Kediri | pledoi.co
Nurhadi, anggota Komisi IX DPR RI, mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan jika menemukan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak atau tidak sesuai standar.
Pengawasan publik dinilai penting untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan. Pernyataan itu disampaikan Nurhadi saat menghadiri kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gedung Serba Guna Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 400 warga, tokoh masyarakat, serta mitra kerja Komisi IX DPR RI, di antaranya Mas Khusnul Arif, S.Sos., dan Drs. H. Lutfi Mahmudiono.
Selain menjadi ajang sosialisasi, forum ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan program MBG di lapangan.
Dalam sesi wawancara, Nurhadi menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan upaya pemerintah dalam pemerataan gizi secara nasional.
Politisi dari Partai NasDem itu juga mendorong masyarakat berani menyampaikan kritik jika menemukan menu yang dinilai tidak sepadan dengan anggaran sekitar Rp10.000 per porsi. “Masayarakat tidak perlu takut menyampaikan temuan, selama itu berdasarkan fakta dan menyebutkan lokasi dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jelas. Itu bukan hoaks atau fitnah,” ujar Nurhadi.
Ia menambahkan, laporan masyarakat justru dapat membantu pengawasan terhadap pengelola dapur MBG. Jika ditemukan makanan basi atau tidak layak konsumsi, laporan tersebut dapat menjadi dasar bagi pihak terkait untuk memberikan teguran maupun sanksi. “Kalau memang ada makanan basi atau tidak layak, laporkan. Selama itu fakta, justru membantu evaluasi bagi pengelola program. Wartawan juga jangan takut menyuarakan fakta di lapangan,” katanya.














