Di RS Bhayangkara Surabaya, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan mengawasi pelayanan rawat jalan, rawat inap sampai dengan ICU.
“Kami apresiasi RS Bhayangkara Surabaya yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa diskriminasi,” ungkap Afif.
Menurutnya hal ini merupakan komitmen Polri yang sangat bagus dan patut menjadi contoh bagi rumah sakit Bhayangkara di daerah lainnya.
Selain itu, Afif juga menilai sejumlah rumah sakit di Jawa Timur telah melakukan inovasi pelayanan, termasuk pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurangi keluhan terkait antrean.
“Kami melihat di RSUD dr. Soetomo maupun RS Bhayangkara Surabaya sudah ada inovasi berbasis digitalisasi yang membantu mengurangi keluhan masyarakat, terutama terkait antrean pelayanan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Afif menyebut BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang saat ini mencakup sekitar 280 juta peserta di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Dewan Pengawas bersama direksi BPJS Kesehatan juga membuka ruang aspirasi masyarakat melalui program penyerapan aspirasi guna mendorong perbaikan layanan kesehatan ke depan.
“Kami memiliki komitmen bersama untuk terus memperbaiki layanan. Salah satunya melalui kegiatan penangkapan aspirasi masyarakat agar seluruh peserta dapat memberikan masukan untuk perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan ke depan,” pungkasnya.
Editor : Aghna sultan alam










