Tohari menjelaskan, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya inovasi dan peningkatan fasilitas yang dilakukan secara berkelanjutan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi rendah emisi, serta keandalan operasional yang ditunjang aspek keselamatan, keamanan, dan pemeliharaan sarana prasarana. “Kereta api kini semakin diminati karena mampu menjadi solusi transportasi massal yang efektif mengurangi kemacetan dan lebih ramah lingkungan,” katanya.
Sementara itu, menjelang berakhirnya masa libur Nataru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun menyampaikan bahwa tiket kereta api untuk berbagai rute favorit masih tersedia hingga keberangkatan 4 Januari 2026.
Adapun sisa ketersediaan tiket tujuan favorit meliputi Surabaya Gubeng sebanyak 17.599 tiket, Yogyakarta 7.642 tiket, Malang 6.451 tiket, Gambir Jakarta 2.060 tiket, Bandung 1.260 tiket, Cilacap 623 tiket, Purwokerto 249 tiket, Cirebon 177 tiket, dan Pasar Senen Jakarta 150 tiket. “Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi KAI Access, situs resmi kai.id, atau kanal penjualan resmi lainnya agar tidak kehabisan tiket,” pungkas Tohari.
Editor: Aji M












