Kediri | pledoi.co
Untuk mengantisipasi Joki Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Kota Kediri melalui tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Kediri memperketat proses screening warga yang hendak divaksin.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dokter Fauzan Adima. Menurut dia, proses screening sangat penting dilakukan sekaligus sebagai penentu apakah warga yang telah mendaftar bisa ikut vaksinasi atau tidak. “Kami perketat screening di meja satu, saat pendaftaran. Identitas KTP dilihat, dicocokkan datanya. Foto KTP dengan foto bersangkutan harus betul-betul dicek,” jelas dokter Fauzan, Rabu (22/12/2021)
Fauzan juga menambahkan data antara PCare atau Primary Care vaksinasi dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga harus terkoneksi. Pihaknya berusaha menghindari data manual, sebab berpotensi terjadinya joki. “Kalau manual bisanya sering joki-joki seperti itu. Tapi, jika online, kayaknya susah, sulit. Di Kediri sistemnya online,” papar Fauzan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri ini menambahkan jaringan internet juga harus bagus saat digunakan untuk keperluan proses vaksinasi Covid-19. Pihaknya juga tidak ingin kecolongan sehingga selalu mengantisipasi beragam gangguan yang bsia saja terjadi. “Antisipasi ada gangguan teknis kami lakukan. Terkadang masalah aplikasi jaringan internet, jadi data manual dulu. Namun, kami selalu cek dan menunggu online lagi jaringannya, jadi benar-benar data cocok. Nomor hp yang bersangkutan dengan data KTP dan NIK juga harus cocok di aplikasi P-Care,” beber Fauzan.
Kendati hingga kini belum ada temuan kasus joki vaksin Covid-19 di Kota Kediri, fauzan tetap meminta kepada seluruh tim yang bertugas untuk selalu teliti.
Hingga kini, masih ada beberapa warga yang belum ikut vaksinasi Covid-19. Untuk itu, dirinya berharap agar warga tersebut segera mendaftarkan diri. Sebab, ke depannya aktivitas publik juga harus terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi.