Kediri | pledoi.co
Selama masa pandemi hampir seluruh sendi sendi perekonomian di Kabupaten Kediri mengalami turun 2,41 %. Namun yang menggembirakan, justru realisasi pendapatan daerah pada tahun 2020 mengalami kenaikan 103,54 %.
Kabar gembira adanya kenaikan realisasi pendapatan tersebut dari hasil Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban( LKPJ) akhir tahun anggaran 2020, yang digelar oleh Panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri pada Senin (19/4/2021)
Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kediri, Drs. KH. Masykur Lukman, SH,. M.Si, mengatakan, rapat Pansus hari ini untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban bupati tahun 2020. ” Intinya Pansus mengharapkan, kedepan untuk LKPJ nya lebih baik, capaiannya lebih baik, SiLPA tidak terlalu banyak, ” kata Lukman usai rapat Pansus.
Anggota dewan dari PKB yang juga mantan wartawan itu menuturkan, bersarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2020 sebesar Rp 567 miliyar. ” Karena Kabupaten Kediri sudah dipimpin Mas Bup Dhito, Pansus berharap kedepan SiLPA nya tidak terlalu banyak lah, bisa digunakan untuk program program yang lain, ” tuturnya.
Ketika ditanya penyebab tingginya SiLPA, anggota dewan yang akrab disapa Pak Kaji Lukman itu menegaskan, tingginya angka SiLPA itu terjadi periode bupati lama. ” SiLPA tinggi itu belum eranya Mas Bup, itu pereodenya bupati lama, ” tuturnya.