Slamet Budiono Mulai Manufer

 

Suhu politik di Kabupaten Kediri mulai menghangat, beberapa tokoh yang merasa memiliki pengaruh dan kemampuan mulai bermunculan. Dengan model dan cara untuk mempengaruhi masyarakat dilakukan untuk bertarung pada Pilkada Kediri tahun 2020 melawan Dinasti Sutrisno.

Seperti mumculnya Slamet Budiono salah seorang petinggi pabrik rokok Gudang Garam juga sudah ancang ancang untuk  menantang dinasi Suteisno untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Kediri mendatang.

Langkah Slamet Budiono yang akrab didunia maya dengan sebutan SB itu sudah melakukan pemcitraan dengan berbagai langkah di tempuh, bahkan sudah mulai banyak yang mengaku sebagai relawan SB Mulai melakukan manufer.

Berdasarkan informasi beberapa minggu lalu, SB mengumpulkan para kepala desa untuk diajak pertemuan di salah satu hotel di kota Batu.

Pada moment yang digelar di salah satu hotel depan hotel Purnama itu diagendakan untuk memperkenalkan diri dan lebih mendekatkan diri pada masyarakat. Tidak tanggung tanggung yang diajak pertemuan oleh tim SB itu  Paguyupan Kepala Desa (PKD) yang kondisinya lagi tidak harmonis dengan Bupati, karena persoalan Perbup pengisian perangkat.

Beberapa Kepala Desa (Kades) yang bersedia dimintai konfirmasi dan mewanti-wanti jangan disebut identitasnya mengatakan, bahwa beberapa minggu yang lalu team Memo dari SB (ada yang menyebut Mbah Met ) mengajak Peguyupan Kepala Desa Kediri ke Batu Malang untuk bertemu sekaligus bersantai di sebuah hotel.” Ya kita diajak berkumpul disalah satu hotel di Kota Batu, untuk nyantai sambil membicarakan soal Kabupaten Kediri kedepan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut SB sempat memperkenalkan diri sebentar kepada para Kades, namun setelah perkenalan itu SB langsung ngibrit begitu saja meninggalkan tempat pertemuan tanpa alasan yang jelas. ” Dengan kejadian tersebut maka para Kades merasa kecewa dan dilecehkan karena ngundang kok malah ditinggal, ” ujar para Kades.

Masih menurut beberapa kades, hotel tempat pertemuan hanya hotel kelas melati, padahal banyak diantaranya Kades yang datang dengan mengajak keluarga sehingga Kades dan keluarganya tidak nyaman ditempat sehingga banyak diantaranya yang meninggalkan tempat pertemuan.” pertemuan tersebut tidak jelas agendanya, tapi yang sempat dibahas masalah Perda pengangkatan perangkat desa dan CSR,” ungkap Kades berisial AB.

Bahkan yang membuat kecewa berat para kades dalam pertemuan itu, disamping tidak jelas agendanya, saat sesi tanya jawab distop oleh relawan SB.” Saat saya tanya, saya distop waktu bicara oleh seorang wanita yang mengaku sebagai tim inti SB, padahal saya belum selesai bicara, saya jengkel terus keluar, lebih-lebih hotelnya kelas bawah padahal saya bawa keluarga, “ungkap Kades dua periode yang berperawakan tinggi langsing.

Hingga saat ini Slamet Budiono belum bisa dikonfirmasi.(bersambung).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *