Karena Telah Menggerayangi Gadis Dibawah Umur, Bujang lapuk Dijebloskan Tahanan.

Kediri | pledoi.co

Karena telah menggerayangi gadis 11 tahun, AK /Bandiyah (45), warga Dusun Kaliawen Barat, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri diringkus tim sergap Polres Kediri

Kini pengangguran itu, telah menghuni tahanan Polres Kediri untuk menjalani pemeriksaan.

Andrianto (35), saksi pelapor mengatakan, bahwa dirinya telah diundang ke Polres Kediri untuk menandatangai Berita Acara Pemeriksaan. “Tadi saya oleh Pak Polisi diminta menandatangani BAP, “kata Andrianto usai keluar dari ruang pemeriksaan Unit PPA Polres Kediri, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut Andrianto menambahkan, BAP nya tadi juga sudah ada hasil visum atau pemeriksaan dari rumah sakit. “Saat ini, pelaku juga sudah mulai diperiksa di ruang PPA, lanjut Andrianto.

Berdasarkan penuturan Andrianto, kasus pencabulan ini bermula, Bunga (11) bersama dirinya telah lapor polisi, setelah tubuh gadis mungil itu digerayangi oleh AK, yang masih tetangga korban.

Andrianto mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Jalan Panglima Sudirman Pare, Selasa (12/5/2020) lalu, yang diterima oleh Aipda Susanto.

M. Karim Amrulloh, S.H., Kuasa Hukum korban, sebelumnya pernah menjelaskan, bahwa dari keterangan korban, Selasa, 28 April 2020 lalu, korban dan keluarganya sedang tidur siang.

Tiba-tiba pelaku datang langsung memegangi payudara korban. Korban berontak dengan menendang pelaku dan lari ke rumah Fatim, bibinya yang jaraknya sekitar 100 meter. Kepada bibinya, korban menceriterakan kejadian yang dialaminya.

Menurut Karim, pelaku AK bisa dijerat dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Iptu Dyan Purwandi, Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PAA) Polres Kediri, menjelaskan bahwa kasus tersebut dan saat ini masih dalam proses dan melengkapi bukti-bukti. “Masih proses lidik untuk lengkapi bukti, “kata Iptu Dyan Purwandi.

Reporter : Abdul Khamid
Editor. : Aji Muhajirin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *