Pembahasan Tatib Pengisian Jabatan Wawali Diskors. Dewan Perlu Study Banding

Kediri | pledoi.co

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri akhirnya dengan cepat merespon aspirasi masyarakat terkait mandeknya proses pengisian lowongan jabatan Wakil Walikota (Wawali) Kediri yang ditinggalkan oleh Lilik Muhibah, MPd.I karena meninggal dunia pada 15 Pebruari 2020 lalu.

Tahapan dimulai dengan pemberhentian jabatan Wawali pada 10 juli, dilanjutkan dengan rapat paripurna pembentukan panitia khusus ( Pansus) pembuatan tata tertib pemilihan calon Wawali pada 16 Juli diruang sidang DPRD Kota Kediri.

Pada sidang pembentukan Pansus menetapkan, Ketua Pansus adalah H.Ashari,SE dari fraksi partai Demokrat, wakil Ketua H.Ayub wahyu hidayatuloh, dari PKS, Sekretaris H.O’ing Abdul Muid dari PKB dan dibantu anggota, yakni Soejoko Adi P dan, Garnik Pramana.Ak dari PDIP, H.Kolifi Yunon dan Reza Darmawan dari PAN, Sriana dari Gerindra, H.Nafis kurtubi dari partai Nasdem dan Andayani Nurhidayati dari partai Golkar.

Diacara yang sama juga telah terbentuk Pansus tentang evaluasi kinerja dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak pengendalian penduduk dan KB dengan formasi Ketua Regina Napdya.S, PDIP, wakil ketua Choirudin Mustofa dari partai Nasdem dan sekretaris Anton Dipayasa dari PAN.

Pembahasan perdana tata tertib oleh pansus tentang pengisian lowongan jabatan Wawali pada (17/7/2020) siang kabarnya agak alot dan persidangan terpaksa harus di skors dan dilanjutkan pada malam hari jam 19.00 wib.
Belakangan, pembahasan tatip, malam kemarin juga masih alot dan puncaknya sempat deadlock.

Ketua pansus H. ashari.SE dikonfirmasi terkait diskorsnya pembahasan tatib menjelaskan, pansus pembahasan tatib pengisian lowongan jabatan Wakil Wakikota ini adalah yang pertama terjadi dikediri. “Pansus ini adalah yang sangat krusial, dibutuhkan pendalaman materi dan pengayaan pengetahuan dari seluruh anggota,guna menghasilkan tatib yang berkwalitas, ” katanya kepada pledoi.co

Bahkan, lanjut H.Ashari, perlu diadakan study banding dan konsultasi, sehingga perlu sekira sementara. ” Oleh karenanya pembahasan ini kami skors dan akan dilanjutkan dengan study banding ke daerah yang sudah melakukan pengisian kekosongan wakil kepala daerah,” tegasnya Ashari.

Sementara itu, Choirudin Mustofa sekretaris DPD partai Nasdem yang juga Wakil ketua Komisi A DPRD kota kediri kepada pledoi.co menjelaskan, postur Pansus pembuatan rancangan tata tertib pemilihan calon wakil walikota sudah edial. “Karena telah memasukan fraksi fraksi dan fraksi gabungan menjadi keterwakilan baik menjadi ketua, wakil ketua dan sekretaris serta masuknya unsur pimpinan menjadi kordinator, ” katanya.

Terkait pembahasan rancangan tata tertib,
pada intinya merupakan tehnis dari penjabaran undang undang no 10 tahun 2016 pasal 176 tentang pengisihan lowongan jabatan Wakil Walikota.

Kalau misalkan pada nantinya terjadi krusial tentang rancangan tata tertib yang telah dibahas oleh pansus, kata Choirudin Mustofa, bisa menyampaikan padangan akhir di paripurna. ‘ Harapanya somoga pembahasan menghasilkan kebijakan yang obyektif dan bisa diterima oleh semua pihak pungkasnya.” lanjutnya.

Ketika dimintai pendapatnya terkait sosok pengganti Lilik Muhibah, Ketua muslimat NU ranting Pagut Blabak Kota Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Komsatun berharap, agar estafet pangganti Wakil Walikota Ning lik yang mendampingi Mas Abu, sampai Periode 2024 dari kader NU. ” Kita berharap pengganti Ning Lik yang dari kader NU yang sudah teruji, intelekual muda yang pernah dilahirkan dari rahim ormas Nahdhlatul Ulama (NU), ” tegasnya.

Editor : Abdul Khamid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *