Muslimat NU Mendorong, Wawali Pengganti Ning Lik Dari Kader NU

Kediri | pledoi.co

Barusan saja pemberhentian jabatan wakil walikota kediri dilaksanakan pada sidang DPRD kota kediri jumat 10 juli 2020.

Pada rapat paripurna DPRD pemberhentian Lilik Muhibah, MPd.I dari Jabatan Wakil Walikota (Wawali) dan mengagendakan pembentukan panitia khusus ( Pansus) yang beranggotakan 10 orang pada 16 juli 2020 dalam rangka pembuatan tata tertib dan tata cara pemilihan pengisian lowongan jabatan Wakil Walikota Kediri.

Terkait pengisian jabatan Wawali, warga Kota Kediri berharap lowongan jabatan Wawali yang telah ditinggal Ning Lik, karena meninggal dunia pada 15 pebruari 2020 segera terisi.

Dorongan pengisian jabatan Wawali semakin kuat, seperti yang disampaikan Bambang aktivis pro jokowi ( Projo).

Warga Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren ini menegaskan,
dengan terisinya jabatan Wakil Walikota, nantinya pasti ikut membantu percepatan program kerja Walikota. ” Seperti prodamas plus, saya yakin Mas Abu akan merasa terbantu oleh Wawali, ” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris PAC Muslimat NU Kecamatan Pesantren Endah Andarwati ketika dimintai pendapatnya terkait pengisihan lowongan jabatan Wawali menuturkan, bahwa sebenarnya NU itu merupakan organisasi politik kebangsaan bukan organisasi politik praktis. ” Penterjemahanya adalah tanggung jawab NU kepada Bangsa dan Negara untuk tetap mengawal perjalanan politik Indonesia tetap dalam rel kebangsaan yang telah disepakati bersama oleh para pendiri bangsa dengan ciri utama tetap mengedepankan keluhuran aklaq, agar tercapai kedamaian dan kesejahteraan rakyat, ” tegasnya.

Terkait pengisian Wawali, Endah Andarwati menambahkan, merujuk pada Intelektual muda NU yang nantinya bisa mengawal pikiran pikiran NU. ” Saya sangat respek kalau nantinya Wakil Walikota pengganti Ning Lik dari kader muda Nahdhlatul Ulama. Karena Ning Lik terpilih menjadi Wakil Walikota mendampingi Mas Abu bagaian dari Representasi NU, ” tambahnya.

Tentang sosok kader NU yang pantas menggantikan Ning Lik, Endah menegaskan dikbalikan pada mekanisme pemilihan oleh DPRD. “Karena sesuai Undang Undang, mekanisme pemilihan oleh DPRD berdasarkan usulan dari partai politik pengusung. Saya lebih mendukung Choirudin Mustofa Sekretaris DPD Partai Nasdem yang juga pernah menjadi wasekjend DPP IPNU, ” tegasnya.

Endah Andarwati mengaku sangat mengapresiasi sosok Choirudin Mustofa. Sebagai tokoh muda NU, Choirudin Mustofa dianggap bisa Amanah dalam ikut membangun Kota Kediri. ” Cjoirudin Mustofa saya nilai memenuhi syarat sebagai pemimpin yang bisa mengayomi semua golongan mendampingi Mas Abu, ” pungkasnya.

Rapat paripurna dimulai jam 09.00 Wib dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD, anggota beserta undangan lainya yaitu walikota kediri Abdulah Abu Bakar, Sekda Budwi Sunu, para Asisten, Inspektorat, Kepala Dinas, Kepala Bagaian dan Camat dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.

Editor : Abdul Khamid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *