Pemkot Kembali Salurkan bansos dan Kartu Sahabat

Kediri | pledoi.co

Pemerintah Kota Kediri kembali membagikan kartu Santunan Bencana Tunai atau kartu sahabat tahap kedua, bagi seluruh warga Kota Kediri terdampak pandemi Covid-19.

Untuk penyaluran, tetap dilakukan tukang becak dampingi relawan PBI dan TRC bentukan Dinsos Kota Kediri.

Sembako bantuan diberikan untuk semua warga Kota Kediri secara merata.
Namun bagi TNI/Polri, ASN aktif, pensiunan, pengusaha dan pegawai swasta yang berpendapatan diatas UMK tidak mendapatkan pembagian tersebut.

Lurah Pakunden Kecamatan Pesanten Kota Kediri Muhamad Kalimi mengatakan, jika jumlah penerima bantuan kartu sahabat tahap kedua khususnya di Kelurahan Pakunden lebih banyak dari pada jumlah penerima tahap pertama. ” Tahap pertama jumlah penerima bantuan terdapat 466 orang, sedangkan ditahap kedua kali ini berjumlah 522 orang. Karena data usulan yang masuk setelah bantuan tahap pertama keluar, ” katanya.

Lebih lanjut, Kalimi mengatakan, bantuan kartu sahabat di tahap kedua ini berupa beras 10 kg dan uang tunai sebesar Rp 200.000. Sedangkan uang ini diberikan tiap bulan melalui Bank Jatim.
” Dengan kembali turunnya kartu sahabat ditahap kedua ini, dapat sedikitnya membantu beban masyarakat di tengah pandemi khusunya untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap harinya, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota KediriTriyono Kutut mengatakan, berdasarkan data Dinas Sosial Kota Kediri, pembagian tahap kedua ini terdiri dari 22.774 paket di 3 kecamatan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pembagiannya antara lain, Kecamatan Kota 7.174 KPM, Kecamatan Mojoroto 8.780 KPM dan Kecamatan Pesantren sebanyak 6.820 KPM. ” Dari jumlah tersebut, ada 9.685 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) baru. Sebelumnya KPM tahap pertama sebanyak 13.089, ” regasnya

Kutut mengaku, pada tahap awal pembagian kartu Sahabat memang masih banyak kendala. ” Dulu masih banyak kendala dan perlu juga rekonsiliasi dengan Bank Jatim maka supaya datanya valid. Maka perlu pendataan kembali,” jelasnya.

Meski ada perbedaan waktu pembagian, namun Kutut menganggap hal tersebut wajar saja dan tidak menjadi masalah.

Editor : Abdul Khamid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *