Masyarakat Kediri Warning Megawati, Agar tak Merekom Anak Pramono

Kediri | pledoi.co

Seluruh elemen masyarakat Kediri raya yang tergabung dalam Aliansi Peduli Demokrasi Kediri Jayati (APDK) mem-warning kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarno Putri agar tidak Merekom bakal calon Bupati Kediri yang tidak mendaftar dalam konvensi PDIP.

Karena munculnya calon anak menteri Sekertaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung mendapat penolakan dari pribumi Kediri.

Bahkan, masyarakat Kediri marah dengan munculnya anak Pramono Anung itu yang dianggap sebagai pemicu sekenario calon tunggal pada Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kediri 2020 mendatang.

Puncaknya dari penolakan itu, ratusan warga yang tergabung dalam APDK Djayanti, menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, dan kantor DPRD Kabupaten Kediri untuk menyampaikan penolakannya terhadap anak Pramono Anung dan rencana calon tunggal.

Terkait penolakan itu, Koordinator lapangan APDK Djayanti Khirul Anam dalam orasinya menyerukan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak memberikan rekom kepada anak Menseskab Pramono Anung. ” Dengan segala otoritasnya agar Megawati untuk tidak merekomendasikan Hanindhito Himawan Pramana. Mengganti dengan salah satu nama kader terbaik dari PDIP, yang mengikuti proses penjaringan dan penyaringan yang diadakan oleh DPC PDIP Kabupaten Kediri, ” teriak Anam dalam orasinya, Senin (9/3/2020).

Selain itu, mantan Komandan Satgas Posko Bima Sakti Kediri itu berharap agar seluruh Parpol yang telah mengadakan pendaftaran penjaringan Balon Bupati. ” Parpol agar memilih salah satu nama yang mengikuti penjaringan, bukan orang yang diluar nama – nama sebagai peserta, ” tegasnya.

Usai melakukan orasi didepan pintu masuk kantor KPUD, beberapa orang perwakilan dari APDK diperbolehkan masuk ke Ruang Pintar KPU untuk melakukan dialog terbuka dengan para komisioner KPU Kabupaten Kediri.

Dalam dialog tersebut APDK Djayati meminta KPU untuk menunda pendaftaran, jika hanya ada calon tunggal. “Calon tunggal itu pengkebiran terhadap suara rakyat, di Kediri tidak boleh ada calon tunggal, ” kata Soni Sumarsono salah satu ketua APDK.

Selain melakukan orasi didepan KPUD, aksi APDK dilanjutkan berorasi didepan kantor DPRD Kabupaten Kediri dengan membawa sejumlah poster, sound sistem dan spanduk, mereka tetap menyuarakan penolakan calon tunggal.

Bahkan, dalam aksinya, Mustofa Sigit Kantong Semar melakukan aksi bakar dupa untuk mengusir roh jahat yang merasuki pengurus partai yang menjadi inisiator pengusung calon tunggal.

Sesaat setelah orasi didepan kantor dewan, para pengunjuk rasa langsung merangsek ke ruang rapat Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri. Dalam dialog dengan Komisi 1 yang dikomandani Murdihantoro dari Fraksi PDIP, APDK Djayati tetap konsisten menolak Dhito dan menolak calon tunggal.

Reporter : Abdul Khamid
Editor. : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *