Bila Rekom Turun Kepada Calon Yang Tidak Mendaftar, APDK Dan Habib Ancam Gugat PDIP

Kediri | pledoi.co

Suhu politik Kabupaten Kediri semakin memghangat, terlebih lagi hingga saat ini, rekomendasi kepada bakal calon Bupati belum ada yang turun dari partai manapun, ada apakah….?

Berkembangnya informasi bahwa rekomendasi dari PDIP yang sudah mengerucut akan turun kepada calon tidak mendaftar pada konvensi yang digelar, memicu kemarahan masyarakat Kediri. Bahkan, Aliansi Penegak Demokrasi Kediri (APDK) dan Habib SH, salah satu bakal calon Bupati Kediri akan menggugat PDIP.

Didampingi para punggawa APDK, Habib SH, MKn mengatakan, ia sebagai bakal calon yang mendaftarkan secara sah kepada PDIP akan melakukan gugatan. ” Manakala Rekom diberikan kepada calon yang tidak mendaftar, saya akan melakukan gugatan, saya akan tuntut ganti rugi, karena PDIP dianggap partai yang tidak profesional, ” kata Habib dikantornya Senin (2/3/2020).

Ancaman APDK dan Habib untuk menggugat PDIP bersama bacalon lain itu, karena mereka menggap konvensi dan penjaringan bakal calon Bupati di DPC PDIP Kabupaten Kediri pada Pilkada 2020 itu hanya abal abal untuk ngelabuhi masyarakat Kediri. ” Ini berarti PDIP melakukan penipuan, dan ini kejahatan yang luar biasa, bentuk penipuan kepada masyarakat, PDI sudah melakukan pembohongan publik, ” tegas Habib.

Habib dan Bacalon lain merasa kecewa, karena PDIP membuka pendaftaran calon, namun hanya untuk akal akalan saja. ” Kita disuruh mendaftar, lalu Rekom diberikan kepada calon yang tidak mendaftar, ini bentuk penipuan dan pelecehan. Saya sebagai bakal calon Bupati yang telah mendaftar di PDIP tentunya kami sangat kecewa saya anggap PDIP tidak pro rakyat, tetapi pro kepentingan tertentu, ini bentuk arogansi PDIP dan oknum oknum yang ada di internal PDIP, ” tegasnya.

Sementara itu Khoirul Anam salah satu dari jajaran ketua presidium APDK menegaskan, pihaknya bersama kekuatan rakyat Kediri akan mendukung dan mengadvokasi bakal
calon bupati untuk untuk melakukan gugatan. ” Kalau memang benar PDIP memberikan rekomnya kepada calon yang tidak mendaftar, tanggung jawabnya terhadap 11 bakal calon yang sudah mendaftar itu bagaimana, kalau 11 orang itu akan menggugat, untuk proses ini rakyat Kediri tidak tinggal diam, akan terus mengawal. Kita akan menggelar aksi besar besaran ke KPU, Bawaslu dan ke DPRD, ” kata Khoirul Anam yang diamini oleh seluruh anggota APDK.

Mantan Komandan Posko Bima Sakti Kediri Khirul Anam mengingatkan kepada PDIP, saat Rakernas ketua Umum Megawati mengatakan, PDIP tidak akan memberi rekom bagi calon pimpinan daerah yang tidak ikut menftar. ” Warning dari Bu Mega itu harus dipegang teguh, kalau Bu Mega tidak konsisten tidak sesuai dengan ucapanya seharusnya Mega mundur saja dari kancah politik, dari pada orang se-Indonesia jadi bodoh semua karena Mega, ” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, APDK menggelar aksi Bentang Pamflet Aspirasi “Menolak” Bacalon Bupati yang tidak ikut mendaftar di depan kantor Notaris Habib Desa Katang Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (2/3/2020).

Berbagai poster bertulisan kecaman terhadap perlawanan Calon Bupati Tunggal. diantaranya, ‘Parpol- Parpol Jangan Jadi Pengkhianat Politik, ‘Gagalkan Calon Tunggal Rakyat Kediri Melawan’, ‘Megawati Konsisten Dengan Ucapanmu ” Kab Kediri Menggugat Soal Omonganmu’, ‘Kab Kediri Darurat Demokrasi Gagalkan Skenario Calon Tunggal’, dan ‘Rakyat Kediri Tidak Takut Dukungan Istana Cabup Tunggal Lawan.’

Reporter : Abdul Khamid
Editor. : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *