Bersama Ir.H.Sutrisno  Ngopi Bareng Bahas Proyek Bandara 

 

“Ngopi itu sederhana, tetapi ada filosofi yang tidak sederhana. Aktivitas ngopi tidak sekadar aktivitas minum, dengan kongkow-kongkow saja, akan tetapi terkandung nilai sosial, komunikasi antar sesama manusia, berbicara dalam kondisi santai ” Kalimat yang sama juga  muncul dari Ir. H. Sutrisno mantan Bupati Kediri kepada saya usai acara “Ngopi Bareng” dengan Camat Grogol beserta para kepala desa (Kades) di Situs Panji Gambyok beberapa waktu lalu.

Saat itu  saya sempat tanya,  dalam acara ngopi ini tentu ada agenda khusus kan pak…?, lalu tokoh  senior dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri itu dengan tegas mengatakan, ” Kalau hidup ini tidak ada gunanya untuk dunia, lebih baik mati saja,  itu kalau menurut saya,” artinya dalam hidup ini kita harus bermakna dan bermanfaat bagi sesama manusia,” katanya saat itu.

Memang undangan yang disampaikan kepada Kades dengan agenda “Ngopi Bareng” apalagi jadwalnya jam 10,  jam- jam itu merupakan jam pelayanan bagi Kades, apalagi,  Ngopinya itu bareng “Mbah, Tris, ” sapaan akrab Pak Tris dikalangan masyarakat tertentu di Kabupaten Kediri. Sehingga agenda itu sangat aneh dan mengundang rasa penasaran saya untuk ikut ngintip acara Ngopi Bareng ala Mbah Tris.       Semula Camat Grogol dan para Kades  merasa aneh dengan kedatangan saya,  saya sempat diusir agar keluar dari cungkup situs Panji Gambyok yang dijadikan tempat Mbah Tris mejang para Kades. Semula saya sempat jengkel dan agak tersinggung, apa sih yang diomongkan dalam forum tersebut. Namun setelah acara usai Mbah Tris berkenan diajak ngobrol meski sambil berjalan, ia mengatakan,  intinya pertemuan Kades dan camat Grogol yang dibungkus dengan acara “Ngopi Bareng” itu sebenarnya sebagai metode untuk menyerap aspirasi dan sekaligus untuk mengurai benang kusut persoalan yang ada di wilayah Kecamatan Grogol.

Namun penekanan dalam Ngopi Bareng itu Mbah Tris  sedang berupaya untuk menerangkan bahwa Gudang Garam (GG) sedang mengembangkan Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk kepentingan rakyat Kediri,” La ini GG sedang berupaya ada tinggakan kepada rakyat Kediri menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN).

Terkait proyek Bandara tersebut Mbah Tris mengingatkan kepada warga, mumpung Perpres nya belum turun. La kalau Perpeesnya sudah turun  akhirnya pembebasan harganya itu seperti harga untuk proyek jalan tol.” Makanya tadi saya dengar informasi Proyek Strategi Nasional (PSN)  mau turun, hendaknya masyarakat yang tanahnya terkena proyek bandara, Ndang cepet, ndang di dol ae,  Ben ndang dibayar, kalau sampek kedahuluan PSN,  harga tanah sama dengan harga tanah untuk proyek jalan tol,  kalau gitu kan susah.  Karena apa,  ada  Appraisal dari BUMN,  kita gak iso tolak loh,. itu susah nanti.”tegasnya

Ketika ditanya apakah GG membangun bandara hanya mengandalkan CSR saja..?.” memang  tentu tidak cukup,  tapi oleh GG akan dicarikan dana diluar selain CSR, ” Memang GG pingin punya tinggalan, dulu pak Surya bisa mendirikan gudang garam,  pak Halim iso gedekne Gudang garam sampek gede, La… Pak susilo ini pingin punya tinggalan pingin bikin bandara.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *