Setelah Nyatakan Mendukung Pramono Anung, Sutrisno Mulai Manuver “Obok-Obok” Internal PDIP

Kediri | pledoi.co

Kabar bergabungnya Bupati Kediri beserta dinasti Sutrisno kepada Hanindhito Himawan Pramana tidak mengejutkan bagi internal DPC PDIP Kabupaten Kediri. Karena mereka sangat faham karakter Sutrisno dalam bermain politik.

Bergabungnya dinasti Sutrisno kepada koloni Pramono itu apakah Sutrisno tulus ingin benar benar ingin membantu memenangkan anak Pramono atau punya hajat politik lain yang ingin dimainkan diinternal PDIP..?

Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Kabupaten Kediri Sunaryo mengatakan, bergabungnya Sutrisno kepada Anak Pramono Anung karena Sutrisno telah mengetahui kekuatan Pramono dalam Pilkada 2020. ” Karena mengetahui kekuatan anak Pramono ini sangat besar, maka Sutrisno perintahkan Mujahid Eko menhundurkan diri dari pencalonan. Merasa tidak berhasil, Sutrisno menyerah sebelum perang, daripada malu mas, ” kata Sunaryo melalui ponselnya Senin (24/2/2020)

Namun demikian dukungan Sutrisno terhadap kubu Pramono Anung itu tidak serta Merta diterima, dikhawatirkan ngomongnya bergabung namun pada saat pelaksanaan Pilkada berpihak pada bumbung kosong. ” La kalau melawan bumbung kosong Dhito tidak berhasil, kan Sutrisno muncul lagi gak punya musuh, begitu loh yang kita kuatirkan, ” urai Sunaryo.

Sunaryo menduga bergabungnya Sutrisno ke kubu Pramono Anung itu karena memiliki dua agenda politik, ” ya intinya mencari selamat. Karena kalau Sutrisno tetap melawan akan tidak ada ampun dari Pramono Anung, ini pridiksi saya, daripada maju akur (hancur), lebih baik mundur, ” katanya

agenda politik yang kedua, lanjut Sunaryo, Sutrisno akan bermain memenangkan bumbung kosong (kotak kosong). ” Bisa juga Sutrisno mendukung bumbung kosong, kalau nanti bumbung kosong menang, harapan dia maju lagi karena Dhito sudah tidak bisa maju, itu kan bisa. Makanya kita tidak serta Merta menerima, ” tegasnya.

Sementara itu salah satu wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri mengatakan, terkait manuver politik Sutrisno terhadap Dhito, tetap kuncinya di Pramono Anung. ” Ya soal mengantisipasi manuvernya Sutrisno itu ditangan Pak Pram, kalau Sutrisno berani main main, biar Sutrisno cepat dibekuk KPK saja, kan begitu to. Karena langkah Sutrisno seperti itu bisa Nyampluk Ngiwo iso Nyampluk nengen (bisa memainkan dari kiri dan kanan), ” katanya.

Terkait ungkapan sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri Dodik Purwanto, yang mengatakan disejumlah media online mundurnya Mujahid – Eko itu hanya kabar burung, dan Info itu guyonan, secara tegas mengatakan, itu hanya pencitraan pribadi.” Dodik itu orangnya kan seperti itu, dia ngomong seperti itu pencitraan untuk dirinya sendiri, ” katanya

Kronologisnya secara detil ia mengatakan, waktu rapat tiga pilar itu Bupati Haryanti tidak datang dan menugaskan kepala Bappeda Sukadi, SE untuk mewakili Bupati. Saat itu Sukadi melaporkan bahwa bupati tidak bisa datang dan Sukadi agar menyampaikan ke PDIP, kalau Mujahid -Eko Ediono Mundur tidak mencalonkan, sedangkan Bupati dan keluarga Sutrisno beserta birokrasi mendukung Dhito. ” Saat itu Pak Kanang Bupati Ngawi itu sebagai ketua Plt tanya kepada Sukadi pengmduran diri Mujahid dan dukungan Sutrisno kepada kelompok Pramono ini pendapat pribadi atau pesan khusus Bupati Haryanti. Saat itu juga Sukadi mengatakan yang disampikan itu keputusan resmi dari bupati Haryanti, ” tegasnya

Dalam forum itu, lanjut wakil ketua DPC, karena Sukadi telah menyampaikan pesan khusus kepada Forum Tiga Pilar, Sukadi dipersilahkan keluar. ” Setelah menyampaikan kedua hal itu Sukadi dipersilahkan meninghalkan forum rapat, karena pengurus DPC dan Fraksi PDIP melanjutkan rapat, untuk membahas program internal, ” tuturnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kediri M.Moechid mengatakan, kalau ungkapan Sukadi yang membawa pesan khusus dari Bupati itu tidak benar, maka Bupati Haryanti dan Sukadi harus bertanggung jawab. ” Kalau pernyataan Sukadi atas nama Bupati itu tidak benar maka harus dimintai pertanggung jawaban secara hukum, apalagi kalau menurut Sutrisno omonganya Sukadi itu tidak benar, itu berarti pelecehan terhadap PDI. Pesan khusus Bupati Haryanti kepada PDI itu sudah memicu kegaduhan politik di tanah Kediri, jangan main main, ” ujar Moechid kepada pledoi.co.

Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *