Mujahid – Eko Ediono Mundur Dari Pencalonan, Sutrisno Berbalik Mendukung Anak Pramono

Kediri | pledoi.co

Konstelasi politik Kabupaten Kediri berubah, setelah pasangan Drs Mujahid -Eko Ediono Mundur dari pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri 2020, dan bupati Kediri bersama keluarga dinasti Sutrisno akan mendukung sepenuhnya kepada Anak Pramono Anung Hanindhito Himawan Pramana (Dhito).

Kabar mundurnya pencalonan pasangan yang diusung keluarga dinasti Sutrisno itu disampaikan dalam rapat Tiga Pilar yakni rapat gabungan DPC PDIP, Bupati Kediri dan Fraksi PDIP di kantor DPC PDIP Minggu, (24/2/2020)

Menurut salah satu wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pengunduran diri pasangan Mujahid – Eko Ediono itu disampaikan Kepala Bappeda Sukadi, SE yang mewakili Bupati dr. Hj.Haryantk Sutrisno. ” Saat rapat Tiga Pilar pak Sukadi menyampaikan pesan dari bupati, bahwa pasangan Mujahid Eko Ediono Mundur dari pencalonan, dan bupati dan keluarga Sutrisno beserta seluruh jajaran Pemkab Kediri akan mendukung sepenuhnya Dhito anak pak Pramono Anung, ” katanya.

Sebenarnya indikasi mundurnya Mujahid -Eko Ediono sudah terlihat sejak beberapa bulan terakhir, karena gerakan kampanye terselubung yang dompleng program pemerintah dengan anggaran APBD tidak lagi gencar. Namun masyarakat Kediri hanya menduga duga saja, karena mengingingat Sutrisno terkenal sangat “julik’ dalam bermain politik. ” Pak Tris itu orangnya julik dalam berpolitik, maka kita harus lebih jeli dan bijak dalam mengamatinya, pokoknya kita harus cermat mas, ” kata Suryadi salah seorang tokoh di Kabupaten Kediri kepada pledoi.co

Selain itu, lanjut Suryadi, kalau tiba tiba Sutrino mendukung sepenuhnya terhadap anak Pramono Anung, itu hal yang wajar. Karena beberapa bulan setelah pengunduran diri sebagai ketua DPC PDIP, Sutrisno sudah ke Jakarta sowan menghadap Pramono Anung. ” Saya mendapat informasi dari orang DPC, sekitar sebulan lalu pak Tris ke Jakarta Sowan menghadap pak Pramono, yang intinya untuk.membicarakan langkah politik, katanya kok seperti itu, ” tegas Suryadi.

Bahkan pada saat kunjungan kerja ke Kediri, Pramono Anung mampir ke Pringgitan Pendopo Kabupaten Kediri untuk bertemu dengan bupati Haryanti.” Kalau memang ada komflik politik dengan Sutrisno mengapa Pramono Anung lebih memilih bertemu bupati di pendopo dan membatalkan kunjungannya di lokasi protek bandara, kan aneh, ” tukasnya.

Konflik “Ludrukan”

Munculnya isu adanya konflik antara Ir.H.Sutrisno dengan Menteri Sekertaris Negara (Menseskab) Pramono Anung dianggap konflik Ludrukan yang disetting agar masyarakat Kabupaten Kediri simpatik kepada Sutrisno, sebagai korban yang terzolimi secara politik. ” Walah mas, biar pak Tris itu dianggap orang bersih yang selalu solat malam terszolimi secara politik, agar masyarakat simpatik kepadanya, itu hanya akal akalan pak Tris saja mas, ” kata salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kediri kepada pledoi.co pada Sabtu (23/2/2020).

Namun demikian, lanjut anggota dewan itu merasa sudah hafal manuver politik yang dilakukan Sutrisno, sewaktu waktu akan berbalik lidah. ” Memang saat ini Mujahid -Eko Ediono tidak mendapatkan rekom dan bupati akan mendukung penuh pencalonan Dhito, tapi suatu saat pasti berbalik lidah dan mengatakan ” saya tidak berkata seperti itu, itu yang ngomong Sukadi bukan saya, ” urainya

Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *