Tokoh NU : Kalau Rekom Diberikan Dhito Berarti PDIP Abaikan Keponakan KH.Hasyim Muzadi

Kediri | pledoi.co

Dinamika politik Kabupaten Kediri menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 semakin menghangat.

Bahkan seluruh partai politik, belum ada yang mengeluarkan rekomendasi kepada para bakal calon yang akan diusung, dan hingga saat ini rekomendasi masih misteri.

Informasi terkini, sebenarnya PDIP sudah akan mendahului menurunkan rekomnya kepada Hanindhito (Dito) anak Pramono Anung memteri sekertaris kaninet (Menseskab), tapi masih terjadi tarik ulur, karena calon dari PDIP ada dua nama yakni Dito dan H.Masykuri kader PDI juga Kader NU yang elektabilitasnya cukup bagus, bahkan berdasarkan hasil survey H.Masykuri menduduki rangking tertinggi dibanding nama calon yang muncul.

Suryadi mantan Bendahara umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim) milik PBNU

Kalau Rekom itu benar akan di berikan kepada Dito, banyak yang menilai, PDIP telah mengabaikan H.Drs.Masykuri yang merupakan keponakan (Alm) KH.Hasyim Muzadi mantan Ketua PB.NU. ” Seharusnya PDIP tidak melupakan ikatan emosional dengan NU, terlebih pak Masykuri ini kan keponakan pak Hasyim, la semasa masih menjabat Ketua PBNU dulu hubungannya dengan ibu Mega sangat harmonis Loh jangan lupa, ” kata Suryadi tokoh NU Kabupaten Kediri kepada pledoi.co Sabtu (15/2/2020)

Bahkan mantan bendahara umum Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim) milik PBNU itu juga menyayang kan, kalau sampai Rekom itu akan diberikan anak Pramono Anung, karena akan membuat orang orang NU tersinggung. ” Saya yakin kaum Nahdliyin akan merasa tersinggung dengan PDI, tolonglah jangan sampai ada ketersinggungan antara kaum Nahdliyin dengan kaum Nasionalis, dampaknya kurang bagus, ” katanya dengan gesture kekhawatiran

Selain itu Suryadi juga mempertanyakan kepada PDIP, apakah PDIP sudah kehabisan kader, kok mempertaruhkan nama besar partai kepada Dito yang anak kemarin sore. ” Sebenarnya Masykuri itu juga kader PDI, yang menjadi pertanyaan sudah berbuat apakah Dito kepada masyarakat Kabupaten Kediri, dia pengurus partaikah Dito kok tiba tiba mendapatkan rekom PDIP, itu harus dievaluasi. Ya mohon maaf mas..ini saya mewakili perasaan orang Kediri saja, tapi itu keputusan tetap pada partai, ” ungkapnya.

Bahkan, menurut sumber resmi dari PBNU, Ketua PBNU DR.KH.Said Aqil Siroj berjanji kepada Masykuri untuk mengkomunikasikan dengan ketua DPP PDIP Megawati Sukarno Putri. “Pak Said Aqil itu memang dekat dengan bu Mega, sehingga dalam urusan rekom Abah Masykuri, pak Said berjanji akan mengkomunikasikan dengan Ibu Mega, ” tegasnya.

Sementara itu Pramono Anung disela sela kegiatan di pondok Pesantren Lirboyo mengeluarkan statemen resminya terkait pencalonan Dito pada Pilkada 2020 Kabupaten Kediri, sebenarnya Dito tidak pingin mencalonkan Bupati Kediri, karena lebih nyaman untuk mengembangkan usaha, sehingga dia tidak mendaftar di DPC, DPD maupun DPP PDIP. ” Namun karena Dhito dibutuhkan partai, PDIP butuh Dito. Sehingga Dhito tidak berani m enolak. Karena ini tugas partai, ” katanya usai peresmian Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Pondok Pesantren Lirboyo Sabtu (15/2/2020)

Namun demikian, kata Pramono Anung merasa bersyukur, kalau masyarakat Kediri menerima Dito. ” La kalau masyarakat Kediri menerima ya Alhamdulilah, ” pungkasnya.

Reporter : Abdul Khamid
Editor. : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *