Sukadi Arogan, Berlagak Seperti Bupati Menggusur Lapangan Voli Desa Sukorejo.

Kediri | pledoi.co

Kepala Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Sukadi, SE kembali membuat ulah.

Setelah Tim 9 membuat kekacauan terkait pembebasan lahan bandara diwilayah barat sungai, kini Sukadi dengan sok
Kuasa seperti bupati, Sukadi memeritahkan untuk menggusur dan memindah lapangan bola voli milik Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Berita acara yang ditanda Tangi oleh Sukadi, SE.MM sebagai Kepala Bappeda, Ir. Ary Budiarso Camat Ngasem, Yuli Agustono, SE Inspektorat, Gutomo Harianto dari Dinas Pendidikan dan Arie Ruli Triasttiwie, SP Kades Sukorejo.

Sedangkan berita acara tersebut berisi 1. Pemanfaatan lapangan voli yang ada di Desa Sukorejo akan dipindah pada lokasi baru di tanah kas desa disebelah timur MTs Baiturrohman Dusun Tepus. 2. Lapangan voli dilokasi yang lama segera dikosongkan sebelum tanggal 14 Pebruari 2020. 3. Pembuatan Langan voli yang baru akan melibatkan masyarakat pemanfaat lapangan voli bersama dengan warga dan perangkat desa.

Berita acara yang ditanda tangani Sukadi, dan sindikat itu tidak jelas unsurnya, dan tidak jelas keperuntukanya. Sehingga oleh warga Sukorejo bahwa penghusuran lapangan voli Desa Sukorejo itu ada unsur kepentingan pribadi dan terkesan dipaksakan. sekarang apa urusan Pemda menangani pemindahan lapangan voli sampai ditadatangani Ka Bappeda dan dirapatkan di kantor Bappeda serta dibuatkan berita acara.

Terkait dengan pemindahan.lapangan voli karang taruna Desa Sukorejo itu dinilai sangat tendensius. Berdasarkan informasi dari warga setempat, munculnya rencana pemindahan itu berawal dari perasaan pribadi H.Sutrisno mantan kepala Inspektorat Kabupaten Kediri yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan lapangan voli yang berada disamping rumahnya. ” Beliau pak Tris, katanya tidurnya tidak bisa nyenyak saat anak anak main voli, karena rumahnya berdampingan dengan lapangan voli. Tapi pak Tris lupa, sebelum pak Tris membuat rumah disitu, lapangan voli ini sudah ada sejak lama. la kalau merasa bising ya pindah sendiri saja, jangan lapangan voli nya yang dipindah, ” kata tokoh masyarakat Sukorejo yang enggan disebutkan namanya kepada pledoi.co.

Lebih lanjut, tokoh masyarakat yang berbadan kurus itu mensinyalir beberapa pejabat yang terlibat dalam penggusuran lapangan voli itu merupakan orang dekat Sutrisno saat masih berkuasa di inspektorat. ” Kami tahu, Sukadi orang kepercayaan pak Tris, Lo apa urusannya mereka para pejabat itu kok mau maunya diperintah menggusur lapangan voli, ” tegasya.

Bahkan terkait penggusuran.lapangan voli itu juga melibatkan Drs.Sujud Kepala Dinas Pendidikan, karena Kades Sukorejo Arie Ruli Triasttiwie, SP sempat dipanggil dan dimarah marahi oleh Sujud di kantor diknas.

Namun ketika dikonfirmasi pledoi.co Kades SukorejoArie Ruli Triasttiwie, SP mengelak bila dia dipanggil oleh Sujud. ” Enggak itu, saya tidak dipanggil ke kantor Diknas, ” jawabnya singkat.

Terkait penggusuran lapangan voli didesanya itu, Ruli mengaku sudah disepakati oleh semua fihak. ” Semua unsur desa sudah sepakat kok, BPD dan LPMD sudah menerima, lanjut Kades.

Kades Sukorejo tidak mampu memberikan jawaban, kenapa untuk penggusuran lapangan voli Desa saja dibahas diruang kantor Bappeda. ” Saya tidak ngerti, pokoknya saya diundang ya saya datang, dan disuruh tanda tangan berita acara ya saya tanda tangani, ” jawabnya.

Namun Ruli tidak membantah jika penggusuran lapangan voli itu karena atas kemauan seseorang. ” Memang ada sesorang yang menginginkan lapangan voli itu dipindah. Tapi bukan pak H.Sutrisno kok, kalau sampean beritakan pak Tris pasti marah, ” tegas Kades Sukorejo, Jumat (14/2/2020)

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, lapangan voli Desa Sukorejo itu sudah mulai dikosongkan, bahkan dua tiang jaring sudah dibongkar.

Reporter : Abdul Khamid
Editor. : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *