Terkait Rekom Golkar, Soejitno Angkat Bicara. Golkar Harus Punya Idealisme Perjuangan

Kediri | pledoi.co

Misteri rekomendasi partai Golkar Kabupaten Kediri bagi Bakal Calon Bupati Kediri dalam Pilkada 2020 masih simpang siur.

Bahkan, diinternal DPD Golkar Kabupaten Kediri sempat muncul wacana Golkar akan memberikan rekomendasinya pada kelompok dinasti Sutrisno yakni pasangan Mujahid Eko Ediono. Karena ada propaganda yang dihembuskan, hampir semua kordes PDIP sudah bergabung mendukung Mujahid Eko Ediono.

Padahal mayoritas masyarakat Kabupaten Kediri sudah melakukan penolakan terhadap politik dinasti, karena selama kepemimpinan dinasti Sutrisno yang berkuasa selama 20 tahun dirasakan menyusahkan masyarakat Kediri.

Trokoh senior partai Golkar Kolonel (Kav) Soejitno mengatakan, Golkar akan rusak kalau memberikan peluang kepada Mujahid Eko Ediono. ” Golkar akan rusak kalau sampai mberi peluang kepada dinasti Sutrisno, Golkar harus memiliki idealisme, ” katanya kepada pledoi.co. Sabtu (8/2/2020)

Kolonel (Kav) Soejitno

Lebih lanjut mantan Kepala Kantor Sosial Politik (Kakansospol) Kabupaten Kediri itu menilai, sejak beberapa tahun belakangan ini kepercayaan masyarakat kepada Golkar menurun. ” Saya kira begitu, Golkar belakangan ini seakan dicengkeram oleh Sutrisno, sehingga tidak punya power, ” ungkapnya.

Namun demikian lanjut Soejitno untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, Golkar harus bisa membuktikan tidak ada deal deal politik dengan dinasti Sutrisno dan itu tergantung pandangan politik Golkar. ” Golkar masih memiliki idealisme perjuangan atau tidak, kalau masih memiliki idealisme perjuangan, tentu harus menjadi pewarna politik di kabupaten Kediri, ” terangnya.

Soal politik dinasti, mantan Komandan Kodim 0802 Pacitan itu mengatakan, Politik dinasti Sutrisno itu tidak ubahnya seperti kerajaan. ” Saya kira dengan.pola politiknya dinasti kerajaan Sutrisno itu sudah mengikis demokrasi. Sehingga politik dinasti ini sudah selesai lah, sudah 20 tahun berkuasa, sudah lama. Kita harus lihat hasil kekuasaan dinasti ini bagaimana, kalau kita bandingkan dengan daerah disekitar seperti Jombang, Nganjuk dan Tulungagung. Namun ini semua terpulang pada rakyat Kediri, rakyat Kediri ingin daerahnya ingin ada perubahan yang signifikan atau tidak, ” tanda Soejitno dirumahnya kemarin.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri Sigit Sosiawan mengatakan, dalam proses konvensi calon bupati Kediri ini rekom yang menentukan DPP Partai Golkar. ” Tugas saya melakukan penjaringan untuk memilih kader kader terbaik Golkar untuk bertarung pada pilkada 2020 sudah kita lalui, dan melalui Rapat pleno yang diperluas diputuskan 8 kader yang mendaftar semuanya lolos dan diajukan ke DPP, ” katanya usai agenda pleno diperluas Sabtu (8/2/2020).

Berdasarkan hasil rapat pleno yang diperluas DPD Golkar Kabupaten Kediri 8 nama kader yang lolos dan namanya dikirim ke DPP yaitu. M.Zaini Fuat, Insaf Budi Wibowo (Gaguk), Drs.Masykuri, Yekti Murihwiyati, Ridwan, Dini, Mujahid dan dr.Sukma Sahadewa.

Reporter : Abdul Khamid
Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *