Terkait Tanah Bandara, Warga Bedrek Tantang Bupati di Forum Dewan

Kediri | pledoi.co

Warga Dusum Bedrek Selatan Desa Grogol Kabupaten Kediri menantang Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno untuk Berdialog langsung masalah pembebasan tanah bandara di forum dewan.

Karena selama ini warga bedrek merasa dijadikan obyek pemaksaan terkait pembebasan tanah bandara.” Warga sudah kepepet mas, akhirnya kita semakin berani dalam memperjuangkan hak hak kami, ” kata Anto warga Bedrek kepada pledoi.co

Anto mencontohkan, ketika warga terdampak bandara diundang bupati di warles Penthur Agung Mulyo beberapa waktu lalu itu bentuk intimidasi terhadap warga yang saat ini masih mepertahankan tahanya karena harga Rp.10,5 juta. ” Warga sangat kaget mas, mosok yang diundang sedikit, bupati membawa ratusan pasukan keamanan, puluhan personil Satpol PP, polisi, tentara dan kejaksaan semuanya berseragam lengkap, ” katanya

Ungkapan yang sama juga di rasakan oleh Is (45) warga bedrek, ia mengaku warga yang datang pada undangan itu diliputi rasa takut, karena adanya penjagaan yang sangat ketat. ” Sehingga kita mau ngomong sesuai unek unek kami tidak berani mas, ” ungkapnya.

Faizi salah satu tokoh warga Desa Grogol kepada pledoi.co mengatakan, warga Bedrek menantang bupati Haryanti berdialog satu arah denan warga Bedrek. ” Kita berani untuk.dialog langsung dengan bupati diforum DPRD, biar gamblang. Kami akan lebih bebas mengeluarkan unek unek tanpa harus takut dengan aparat keamanan, ” kata Fauzi

Meski Fauzi yakin bupati tidak akan berani melakukan dialog langsung dengan warga Bedrek, namun dosen IAIN Kediri ini berharap, bupati mau membuka hati untuk merasakan keresahan warganya. ” Kalau ibu bupati ini menjalankan tugasnya dengan hati, dan tidak ada muatan kepentingan akal akalan dalam hal pembebasan lahan bandara, saya yakin bupati berani dialog langsung dengan warga Bedrek, ” tegasnya.

Keberanian warga untuk menantang bupati berdialog langsung, warga jengkel dengan ulah orang orang suruhan bupati. Karena setelah pertemuan di warles Penthur Agung Mulyo, besoknya orang orang suruhan bupati kembali mendatangi warga menekan agar warga menjual tanahnya ke Pemda. Bahkan, orang orangnya bupati itu mengamcam, sudah tidak ada jalan lain untuk menjual tanah kecuali kepada Pemda. ” Kalau nanti tidak menjual kepada Pemda warga ditakuti lagi akan terkena sistem konsinyasi dan uangnya dititipkan di pengadilan, ” ungkap Fauzi.

Terkait dengan keinginan warga Bedrek selatan untuk berdialog langsung dengan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno di forum dewan, Wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kediri Drs.H.Lutfi Mahmudiono mengatakan, agar warga Bedrek berkirim surat. ” Untuk bisa berdialog langsung dengan bupati hendaknya warga berkirim surat ke Ketua DPRD mas. Soalnya ngundang bupati itu domainnya pimpinan dewan, jadi komisi tidak bisa ngundang bupati, yang bisa Ketua DPRD, ” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mengatakan, dewan siap memfasilitasinya, dan hendaknya warga Bedrek selatan segera mengirim surat kepada Bupati dan keoada Ke DPRD. ” Ya warga segera saja berkirim surat baik kepada Bupati maupun DPRD, ” kata ketua dewan dari PDIP kepada pledoi.co Minggu (19/1/2020)

Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *