Pabrik Pil Koplo di Kediri Digrebeg Polisi, Simpan 67.000 Pil Koplo Dalam Bungker


Kediri | pledoi.co

Home industri narkoba jenis pil koplo di Kediri digrebeg jajaran Satreskoba Polres Kediri dari rumah Sugeng Pramono alias Jae (27) warga Desa Paron Kecamatan Ngasem dan Sutiono alias Negro (33) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. 

Dalam penggrebegan itu polisi berhasil mengamankan 67.000 butir pil dobel L siap edar, yang selama ini peredaran barang haram itu, Kediri, Kabupaten Nganjuk, Tulungagung dan Blitar.

Untuk mengelabuhi petugas, komplotan pembuat dan pengedar narkoba ini menyimpan narkoba didalam bunker berukuran 1 meter X 80 cm dengan kedalaman sekitar 1 meter yang telah dipersiapkan.

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka kepada polisi, ribuan pil dobel L yang disita polisi itu  bukan hasil produksinya, akan tetapi rencananya, 67.000 pil dobel L dari pabrikan asli ini akan dioplos dengan pil dobel L yang diproduksi oleh kedua tersangka sendiri.

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal mengatakan, dalam pengembangan penyelidikan,  para pelaku menyimpan pil dobel L di dalam bunker. “67.000 pil dobel ini disimpan di dalam bunker, ” katanya saat gelar kasus, Selasa (1/10/2019).

Kapolres Kediri bersama Kasat Narkoba saat membongkar bunhker tempat penyimpanan barang bukti 67 000 butir pil koplo dobel L

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Sugeng Pramono dan Sutiono berencana akan mencampur pil dobel L asli pabrikan dengan pil dobel buatannya sendiri. “Modusnya pil dobel L buatannya akan dicampur dengan yang sudah jadi,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan Sugeng Pramono dan Sutiono, mereka membeli satu bungkus pil dobel L pabrik isi 1.000 butir seharga Rp 260.000 dan dijual dengan harga Rp 300.000.

Jika dikalkulasi, dengan harga Rp 3.000 per butir pil dobel L dengan jumlah barang bukti yang disita sebanyak 67.000 butir nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Karena tergiur dengan penghasilan yang menggiurkan, keduanya berupaya membuat pil doble L sendiri dengan bahan bahan baku tepung dengan bahan farmasi dengan.menggunakan peralatan yang sudah dipersiapkan.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 197 Undang-undang tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.


Reporter : Abdul Khamid

Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *