Ratusan Kedes Demo, Desak Bupati Batalkan Pilkades Serentak

Kediri | pledoi.co

Ratusan kepala desa (Kades) Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa (PKD) menggelar aksi demo kedua di Halaman Kantor Bupati Kediri, Rabu (10/7/2019).
Aksi kali ini meminta Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno membatalkan agenda Pilkades Serentak yang hanya diikuti 35 desa yang akan digelar pada Angus mendatang.

Ketua PKD Kabupaten Kediri Johansyah Iwan Wahyudi mengancam akan menggelar demo lebih besar, kalau bupati tetap memaksakan Pilkades serwntak ada 35 tersebut. Para Kades meminta agar Pilkades serentak harus dilakulan pada 250 desa. “Wajar jika kami para kepala desa menuntut dan mempertanyakan atas putusan Bupati menggelar Pilkades Serentak. Ada tujuan apa dibalik itu..? Apakah masyarakat biar tahu ini pemerintahan bagaikan dinasti?. Kami bagaikan raja kecil yang harusnya punya hak dan tanggung jawab langsung kepada masyarakat sebagai pelayan,” ucap Johansyah.

Lebih lanjut Johansyah menegaskan, bila mengacu Permendagri nomor 65 tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang Pilkades. Ini merupakan penyalahgunaan wewenang demi tujuan Pilkada Serentak akan digelar 2020. “Ini bentuk penyalahgunaan wewenang dengan kekuasaannya, bisa jadi untuk persiapan Pilkada Serentak digelar tahun depan,” tegas Kepala Desa Klampitan.

Dalam dialog dengan PKD, Pemkab Kediri yang di wakili Sukadi, SH sebagai Kabag Hukum Pemkab Kediri berjanji akan memberikan jawaban paling lambat pada Jumat 19/7/2019), ” Pemkab akan mberikan jawaban paling lambat pada hari Jumat Minggu depan, dan hasinya kami akan berkirim surat melalui Camat masing masing, ” katanya.

Aksi para Kades membubarkan diri sekitar pukul 12.00 Wib, setelah mendapat jawaban dari Pemkab. Namun PKD tetape menuntut Pilkades serentak bagi 250 dannharus dilakukan pada Desember 2019.

Reporter : Aghna S Alam, Topan
Editor : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *