Rakor Pelayanan Kesehatan Digelar Dinkes Nganjuk bersama RSUD Kertosono, BPJS dan FKTP.

 

Nganjuk | pledoi.co
Guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Nganjuk bersama RSUD Kertosono menggelar Rapat Koordinasi
pelayanan kesehatan, dengan mengundang
BPJS dan FKTP ( Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)
serta Kepala Puskesmas se Kabupaten Nganjuk di ruang Sakura Hall Gedung RSUD Kertosono, Senin (22/04/2019).
Dalam sambutannya, Kepala
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Nganjuk
dr.Noeroel Cholis menyampaikan bahwa
keberadaan Puskesmas maupun Rumah Sakit saat ini mengalami pengembangan layanan sehingga sangat dibutuhkan koordinasi yang baik dari berbagai lintas sektor terkait.
Maka dari itu rapat koordinasi ini merupakan salah satu upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk agar diseluruh sektor dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Digelarnya rakor seperti ini agar bisa
menekan adanya miss comunikasi, dalam menyikapi aturan regulasi BPJS, FKTP maupun Peraturan Menteri Kesehatan RI,” terangnya.
Selain itu tujuan diadakan rakor juga untuk meningkatkan pemahaman tentang program JKN, Penilaian Kinerja Pelayanan Kesehatan serta Permasalahan di FKTP. Oleh karena pelayanan baik saja dirasa kurang cukup jika tidak didukung dengan standar yang sesuai.
Untuk itu diperlukan pelayan kesehatan yang memenuhi standar untuk memuaskan masyarakat. “Pada intinya tujuan JKN yaitu untuk menjaga kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Direktur RSUD Kertosono dr.Tien Farida Yani MMRS mengatakan,selain untuk meningkatkan layanan kesehatan, rakor digelar untuk menyingkronisasi pengembangan pengintegrasian layanan kesehatan baik melalui Rumah Sakit maupun Puskesmas.
“Kami gelar acara ini bersama Dinkes untuk sinkronisasi dan sosialisasi perencanaan penganggaran dalam mendukung layanan dan meningkatkan kualitas manajemen, makannya ini kita undang juga BPJS dan FKTP serta Kepala Puskesmas se Kabupaten Nganjuk,” katanya.
Disampaikan juga oleh dr. Tien, dilibatkannya Puskesmas karena sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang keberadaannya sangat diperlukan. “Sebagai upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, dalam peningkatkan layanan kesehatan,” pungkasnya.
Reporter : Pakde Kamto
Editor      : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *