Punggawa Desa Pagu Study Banding Bumdes Ponggok Klaten Jateng

Kediri | pledoi.co
Para perangkat Desa Paagu Kecamatan Wates Kabupatwn Kediri melakukan studi banding, terkait pengelolaan Badan Usaha Desa (Bumdes) Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Sabtu  30/3/2019.
Study banding itu diikuti 48 orang dari unsur  pemerintah Desa Pagu yang terdiri pengurus PKK, BPD, Bumdes dan karang taruna untuk belajar dalam pengelolaan dan pengembangan BUMDes.
BUMDes Tirta Mandiri  yang dimiliki Desa Ponggok merupakan salah satu  BUMDes paling maju dan berkembang. Karena   BUMDes  tersebut telah sukses mengelola wisata Umbul Ponggok, Toko Desa, Ponggok Ciblon dan budidaya perikanan.
Bahkan, dari tahun 2013 hanya meraih pendapatan pendapatan Rp 211 juta, namun di 2014 naik menjadi Rp 1,1 miliar dan di 2016 melonjak menjadi Rp 10,3 miliar.
Kepala Desa Pagu Moh Joko luhur mengungkapkan, saat ini prioritas Dana Desa (DD)  untuk  BUMDes. Oleh sebab itu, dibutuhkan efektif dan memunculkan kreatifas dan inovatif untuk mengelola dan mengembangkan BUMDes. “Kami terus berupaya agar mampu mengembangkan Bumdes di desa pagu. Caranya ya dengan studi banding seperti ini, ” ungkap Moh Joko luhur.
Menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa diambil dari Desa Ponggok, padahal Desa Ponggok merupakan desa IDT dengan PADes awal Rp. 15 Juta. “Kesamaan visi misi mengubah desa yang mandiri dan berdaya membuat semua elemen baik aparatur desa,  BPD, tokoh masyarakat maupun warga bergotong royong membangun desa, ” tegas Luhur.
Sementara itu Direktur BUMDes Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah   Joko Winarno mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan agar Bumdes berguna dan mensejahterakan masyarakat, yakni mimpi, konsep dan eksekusi. “Kalau tiga hal tersebut singkron dan dijalankan dengan baik, saya yakin BUMDes di desa bapak-bapak akan maju,” kata Joko saat itu.
Untuk menggali potensi desa diperlukan pemetaan potensi desa, sehingga target dan tujuan bisa dicapai serta mampu mensejahterakan masyarakat melalui program pemberdayaan.
Reporter : Imam Syafi’i
Editor      : Adi Saksana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *