Calon Kades Ngudikan ‘Gugat’ Panitia Pilkades ke PTUN

 

Nganjuk | pledoi.co
Dinilai tidak fair dan disinyalir adanya kecurangan, Panitia Pilkades Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan digugat oleh Dami Astuti SS, MH calon kepala desa setempat. Melalui melalui kuasa hukumnya Imam Ghozali SH,MH, Calon Kades Nomor urut 1 Desa Ngudikan ini mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Kepada sejumlah awak media, Imam Ghozali mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mengajukan gugatan ke PTUN Jawatimur di Surabaya. “Dan surat tersebut sudah diterima, dengan nomor No perkara : 16/G/2019/PTUN SBY Tertanggal 15 Februari 2019,” katanya.
Dijelaskan oleh Pengacara Imam SH, untuk Pilkades Serentak Tahap 2 Tahun 2019 Kabupaten Nganjuk di Desa Ngudikan Jecamatan Wilangan diikuti oleh tiga peserta, diantaranya Dami Astuti SS,MH dengan nomor urut 1, Imam Nawawi nomor urut 2 dan Sumadji nomor urut 3.
Namun indikasi adanya ‘permainan’ itu sudah terlihat sejak awal yakni pembagian kartu suara.
“Yang mana KPPS memberikan surat atau kartu suara itu kepada pemilih dengan keadaan tertutup, padahal sesuai dengan peraturan seharusnya KPPS memberikan kartu suara dalam keadaan terbuka, bukan dalam kondisi dilipat,” jelas Imam SH, didepan pendopo Kabupaten Nganjuk, Jumat (15/02/2019).
Sehingga lanjut Imam Ghozali, banyak pemilih yang mencoblos dalam kondisi masih terlipat, namun coblosan dalam posisi simetris. Padahal usia pemilih itu beragam, ada yang muda, ada juga yang sudah tua, dan bahkan mungkin ada yang beranggapan, asal mencoblos sekali tepat digambar dianggap sudah selesai. Tapi nyatanya coblosan simetris dari lipatan surat suara dan tidak mengenai kolom calon lain yang seharusnya dinyatakan syah, namun oleh panitia Pilkades Ngudikan dinyatakan tidak syah, inikan menyalahi aturan. “Harusnya kan sah, ini sesuai PKPU yang mengacu pada Pilgub maupun Pilbup Gubernur,” paparnya.
Akibatnya, masih menurut Imam, kliennya Dami Astuti yang seharusnya mendapat perolehan suara terbanyak menjadi lebih sedikit jika dibandingkan dengan Calon Kades Imam Nawawi nomor urut 2. “Klien saya mendapat perolehan suara 871 suara, Imam Nawawi 946 dan Sumadji 26, surat suara tidak syah mencapai 1620, inikan sangat patut diduga terjadi sebuah konspirasi,” imbuhnya.
Untuk itu, kliennya sebagai pihak yang dirugikan menuntut dilakukan penghitungan ulang surat suara tidak syah dilakukan secara fair, atau dilakukan pencoblosan ulang sesegera mungkin. “Selain itu, kami juga sudah mengajukan surat kepada Bupati Nganjuk untuk menunda pelantikan karena masih ada sengketa, dan Bupati dalam hal ini memiliki hak dan wewenang untuk menyelesaikan sengketa Pilkades ini, ” tandasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Kecamatan Wilangan Hari Tri membenarkan, hingga berita ini ditulis, surat suara hasil Pilkades Desa Ngudikan diamankan di kantor Kecamatan usai perhitungan.
“Kami kemarin koordinasi dengan Polsek Wilangan juga, dan diputuskan kotak suara ditaruh Kecamatan, itu dikunci diruangan Pak Camat,” ujarnya.
Sedangkan pihak panitia Pilkades Desa Ngudikan hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media ini.
Reporter : Pakde Kamto
Editor      : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *