Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Kades Tarokan, Di-Polisi-kan lagi.

 

Nganjuk | pledoi.co
Kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh Supadi Kepala Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri tak kunjung usai. Kali ini Arif Wibowo warga Desa Loceret/Loceret Kabupaten Nganjuk melaporkan tindakan Kades Supadi tersebut ke Polres Nganjuk. Kamis (17/1/2019) sekira pukul 13.30 wib.
Sambil membawa sejumlah berkas dokumen seperti fotocopy KTP, fotocopy KK dan surat-surat kelengkapan persyaratan nikah yang diduga dipalsukan oleh Kades Supadi selaku pihak terlapor, Arif Wibowo mendatangi SPKT Polres Nganjuk didampingi oleh
Khoirul Anam dari LSM KR2D dan Ormas ALOKA Kediri.
Menurut Arif, Kades Supadi
dianggap melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen
kependudukan dan dokumen
persyaratan menikah. “Dokumen yang diduga palsu ini dibuat guna menikahi wanita bernama Dewi Atma Megawati asal Dusun Duwel
Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk,ucapnya.
Setelah memasuki ruang SPKT, Arif Wibowo diantar oleh petugas ke ruang unit 2 Polres Nganjuk guna menyampaikan laporannya.
Dan setelah mendengarkan keterangan Arif, petugas unit 2 menyarankan untuk
membuat surat pengaduan terlebih dulu, karena pelapor dianggap bukan anggota mempelai.
Maka dari itu, Arif berencana mendatangi Polres Nganjuk kembali pada esok hari sambil membawa surat pengaduan yang diminta oleh petugas. “Besok kami akan kesini lagi sambil membawa surat pengaduan,” seru Arif.
Sementara itu, Khoirul Anam dari LSM KR2D dan Ormas ALOKA Kediri Mengatakan bahwa, pihaknya sebenarnya ingin menanyakan kepada Polres Nganjuk, terkait proses hukum atas laporan masyarakat terhadap Kades Supadi beberapa waktu lalu.
“Karena saat kami melapor ke Polres Kediri, kami mendapat informasi jika dugaan kasus pemalsuan dokumen ini sudah dilaporkan ke Polres Nganjuk.” katanya.
Masih kata Khoirul, karena tidak boleh ada laporan ganda dalam kasus yang sama, maka pihaknya bermaksud menanyakan hal tetsebut ke Polres Nganjuk.
Ketika Khoirul bersama rekan-rekanny hendak menanyakan kasus tersebut, ternyata ada pelapor lagi yang mendatangi Polres Nganjuk. “Maka dari itu pelapor kami dukung. Dan ini artinya, laporan warga sebelumnya tidak jelas jluntrungnya,” ujar Khoirul.
Akan tetapi jika nanti proses hukum di Polres Nganjuk tidak jelas, maka kami akan melaporkan kasus ini ke Polres Kediri. Atau kami bersama LSM dan Ormas Kediri akan mendatangi lagi Mapolres Nganjuk. “Ini kami lakukan guna menanyakan kejelasan kasus dugaan pemalsuan dokumen dan persyaratan nikah yang diduga melibatkan Woko selaku Kapala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan dan Supadi Kepala Desa/Kecamatan Tarokan tersebut,” tandas Khoirul.
Sementara itu Penasehat Hukum, Muhammad Kharim Amrullah.SH.,menyampaikan bahwa dari sisi hukum tampaknya cukup adanya tindak pidana, sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 24 tahun 2013 pasal 74. Kemudian pasal 279 KUHP yaitu tentang adanya halangan pernikahan.
Namun kalau dalam hal ini, pihaknya hanya mengantarkan dan mendampingi proses pelaporan saja. “Akantetapi laporan ini adalah kewenangan penyidik dan kita percayakan saja ke penyidik,” ucapnya.
Namun apabila nanti ada satu tindakan yang seharusnya dilakukan polisi namun kemudian polisi tidak hadir dalam menyelesaikan persoalan ini, memang kita akan melakukan tindakan lebih lanjut. “Termasuk menindaklanjuti ke Propam dan sebagainya, supaya Kepolisian bisa hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dan itu sangat dirasakan oleh masyarakat di Desa Sukorejo wilayah Nganjuk serta Desa Tarokan dan Desa Kaliboto, karena ini melibatkan dua pejabat kepala desa,” ungkapnya.
Karena ini ada tindak pidana murni, jadi nanti biar didalami oleh kepolisian. Kalau ini ada tindak pidana murni pasti dari data yang masuk itu akan dilakukan proses kroscek ke lapangan. “Kalau tindak pidana murni, harusnya ini sudah berupa LP dan diterima LP. Kita sebenarnya menginginkan adanya LP,” paparnya.
Ketika dimintai pendapat tentang disarankanya pelapor membuat surat pengaduan, Kharim Amrullah dengan singkat menjawab. “Itu adalah kewenangan penyidik,” singkatnya.
Sementara itu Polres Nganjuk belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.
Reporter : Pakde Kamto
Editor.     : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *