Jebreet.! Pri Rangket Minta Kadisdik Nganjuk Dipecat.

 

Nganjuk | pledoi.co
Ketua LSM Forum Peduli Guru (FPG) Supriyono atau akrab dipanggil Pri Rangket, meminta kepada Bupati Nganjuk untuk memecat Drs. M.Yasin,MM dari jabatan Plt
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawabnya, karena dianggap tidak mampu mengendalikan dan mencegah ribuan guru beserta kepala sekolah, yang telah meninggalkan sekolah dan mangkir mengajar, ‘hanya’ untuk mengikuti upacara HUT PGRI ke 73 dan Hari Aksara Internasional ke 53 Propinsi Jawa Timur di Stadion A.Yani, Penglegur, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu (17/11/2018).
Menurut Pri Rangket, kejadian itu dianggap sangat merugikan dunia pendidikan,
karena mengorbankan peserta didik, padahal disana ada yang telat datang dan tidak mengikuti upacara. Selain itu pihaknya tidak melihat ada upaya pencegahan maupun himbauan yang dituangkan dalam surat edaran oleh Kepala Dinas Pendidikan.
Seharusnya Kepala dinas Pendidikan membuat
Surat Edaran kepada Kepala Sekolah SMP dan Korwil se Kabupaten Nganjuk untuk membatasi jumlah peserta yang ikut upacara ke Sumenep, akan tetapi sampai peserta berangkat tidak ada surat edaran dari Dinas Pendidikan.
“Data kami menyebutkan, ada sekitar 2000 guru dan kepala sekolah dari Kabupaten Nganjuk yang hadir ke Sumenep, dan terbanyak dari Korwil Tanjunganom. Khusus untuk Kecamatan Tanjunganom, ini yang paling kemaruk (serakah, over akting) karena setiap ranting PGRI (Desa) mengirimkan 1 (satu) bus kapasitas 50-60 orang, dan ada juga yang mengirim
1 (satu) elf berkapasitas 15-18 orang. Ditambah lagi guru PAUD dan guru TK sejumlah 1(satu) unit bus sebantak 60 orang. Imbasnya, ada salahsatu gedung TK di Tanjunganom, murid-muridnya diliburkan karena gurunya mengikuti upacara tersebut,” ujarnya.
Ditandaskan juga oleh Ketua
Ketua LSM Mapak (Masyarakat Peduli Anti Korupsi) ini, bahwa dengan lolosnya ribuan guru dan kepala sekolah meninggalkan tugas utamanya mengajar, maka
M.Yasin selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab. “Hanya tugas kecil saja, dia tidak ‘becus’ mengendalikan para guru dan Kepala Sekolah, apalagi tugas yang besar. Untuk itu kami mohon kepada Bupati Nganjuk untuk memecatnya dari jabatannya sebagai Plt.Kepala Dinas Pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawabannya,” tandasnya.
Dihubungi pledoi.co, via ponselnya, Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Drs.M.Yasin,MM mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasanya, karena yang ikut upacara hanya perwakilan.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, yang ikut upacara itu setiap sekolah hanya satu,” terangnya.
Sementara itu, Sunaryo, SH.MH, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, yang membidangi pendidikan mengatakan, untuk mengikuti upacara HUT PGRI tersebut,
sebaiknya cukup perwakilan saja, supaya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar disekolah,
lagi pula itu hanya buang-buang energi dan biaya saja. “Lain lagi kalau kegiatan itu diadakan di Nganjuk, kita akan dukung sepenuhnya, dan diadakan secara besar-besaran supaya lebih semarak,” ungkapnya.
Reporter : Pakde Kamto
Editor.     : Aji Amrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *